Sesi I, IHSG Dibuka Terperosok ke Zona Merah
JAKARTA, investor.id – Ditutup kembali pecahkan rekor All Time High (ATH) mencatatkan kenaikan 58,06 poin (0,85%) di level 6.920,05, indeks harga saham gabungan (IHSG) dibuka terperosok pada perdagangan sesi I, Kamis (24/2). IHSG tercatat terperosok 7,59 poin (-0,11%) di level 6.912,47.
Tercatat sebanyak 281,09 juta saham telah diperdagangkan di menit-menit awal, dengan nilai perdagangan sebesar Rp 293,67 miliar dan frekuensi perdagangan baru mencapai 16.446 kali transaksi. Sebanyak 121 saham diperdagangkan mencatatkan kenaikan, 94 saham terkoreksi, dan 212 saham stagnan.
Bursa Amerika Serikat ditutup Melemah. Dow Jones ditutup 33,131.76 (-1.38%), NASDAQ ditutup 13,037.49 (-2.57%), S&P 500 ditutup 4,225.50 (-1.84%). Indeks acuan Wall Street berakhir turun tajam pada perdagangan Rabu mencapai level terendah sepanjang tahun 2022 ini karena Ukraina mengumumkan keadaan darurat dan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mengatakan invasi Rusia ke Ukraina masih berpotensi terjadi.
Departemen Luar Negeri AS menambahkan bahwa Washington belum melihat indikasi Rusia mundur. Sementara Gedung Putih mengatakan Presiden Joe Biden tidak berniat mengirim pasukan AS untuk berperang di Ukraina. Di sisi lain, Investor juga khawatir tentang kemungkinan pengetatan agresif oleh Federal Reserve untuk memerangi inflasi.
Kekhawatiran akan meningkatnya ketegangan Rusia-Ukraina juga direspon oleh mayoritas saham Asia-Pasifik yang dibuka terkoreksi pada perdagangan Kamis pagi (27/2). S&P/ASX 200 Australia turun 2,19%. Nikkei 225 di Jepang turun 0,72%, sedangkan Topix turun 0,46%. Di Korea Selatan, Kospi turun 1,34%. Bank of Korea akan mengadakan pertemuan pada hari Kamis. Di sisi pendapatan, Alibaba akan melaporkan pendapatan kuartal ketiganya di akhir Asia.
Prediksi Analis
Phintraco Sekuritas memprediksi indeks harga saham gabungan (IHSG) akan menguat dan menguji level 6.930-6.950 di perdagangan Kamis (24/2). IHSG diperkirakan akan diperdagangkan di resistance 6.950, pivot 6.900, dan support 6.850.
Phintraco Sekuritas menilai penguatan IHSG akan ditopang ekspektasi berlanjutnya akumulasi beli investor asing, terutama pada saham-saham bluechip. Akumulasi net buy investor asing mencapai Rp3.88 triliun dalam sepekan terakhir.
Menurut Phintraco Sekuritas, pelonggaran restriksi kegiatan masyarakat dan protokol kesehatan di sejumlah negara bagian di AS dan sejumlah negara di Eropa mendasari pandangan bahwa puncak gelombang penularan Covid-19 di awal tahun ini telah terlewati. Di Indonesia, terdapat kecenderungan penurunan kasus baru harian pasca mencatatkan penambahan tertinggi sebesar 64,718 kasus di 16 Februari 2022.
“Hal ini menjadi salah satu pemicu akumulasi beli pada saham-saham bluechip,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya.
Selain itu, Phintraco Sekuritas menyebu IHSG juga ditopang penguatan harga saham-saham komoditas, terutama produsen coal dan CPO. Kenaikan harga komoditas tersebut bersamaan dengan tingginya demand dan potensi gangguan supply dampak konflik Rusia-Ukraina.
Untuk itu, Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham-saham yang dapat diperhatikan untuk perdagangan Kamis (24/2), yaitu ADRO, INDY, UNTR, BBCA, BBNI, SSMS dan LSIP.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






