Jumat, 15 Mei 2026

IHSG Anjlok, Asing Justru Agresif Net Buy Rp 669 Miliar

Penulis : Parluhutan Situmorang
24 Feb 2022 | 11:49 WIB
BAGIKAN
Pengunjung melintas di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Pengunjung melintas di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

JAKARTA, Investor.id - Pemodal asing merealisasikan pembelian bersih (net buy) saham di seluruh pasar senilai Rp 669,42 miliar, meski indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Kamis (24/2), anjlok 112,62 poin (1,63%) menjadi 6.807,44 setelah Ukraina mengumumkan deklarasi keadaan darurat nasional. Bahkan, IHSG sempat turun hingga ke level 6.782,37 dengan nilai transaksi Rp 11,29 triliun.

Net buy saham terbanyak melanda, saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 167,48 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 145,25 miliar, PT Sinarmas Multiartha Tbk (SMMA) Rp 91,03 miliar, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) Rp 54,06 miliar, dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) senilai Rp 49,64 miliar.

Sedangkan lima saham dengan penjualan bersih (net sell) terbanyak melanda saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 107,21 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 57,59 miliar, PT Merdeka Copper & Gold Tbk (MDKA) Rp 40,21 miliar, PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) Rp 23,41 miliar, dan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) Rp 19,96 miliar.

ADVERTISEMENT

Penurunan indeks dipengaruhi pelemahan sebagian besar sektor saham, seperti saham sektor transportasi dan logistik melemah 4,16%, sektor consumer cyclicals melemah 2,98%, sektor teknologi turun 2,71%, sektor properti dan real estat turun 2,23%, serta sektor keuangan turun 1,81%. Sedangkan satu-satunya sektor saham yang menguat adalah sektor energi sekitar 0,08%.

Meski IHSG turun, sejumlah saham ini menguat, yaitu saham PT Pelayaran Nasional Bina Buana Rayat Tbk (BBRM) naik Rp 13 (24,07%) menjadi Rp 67, PT Pollux Hotels Group Tbk (POLI) naik Rp 275 (21,57%) menjadi Rp 1.550, PT Asia Pacific Fibers Tbk (POLY) naik Rp 16 (18,60%) menjadi Rp 102, PT Pratama Abadi Nusa Industri Tbk (PANI) menguat Rp 700 (15,91%) menjadi Rp 5.100, dan PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) menguat Rp 105 (15,33%) menjadi Rp 790.

Sedangkan pelemahan melanda sebagian besar saham, seperti saham PT Panca Global Kapital Tbk (PEGE), PT Panorama Sentrawisata Tbk (PANR), PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK), PT Digital Mediatama Maxima Tbk (DMMX), PT Telefast Indonesia Tbk (TFAST), dan PT NFC Indonesia Tbk (NFCX).

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia