IHSG Anjlok Dipicu Invasi Rusia ke Ukraina, Sektor Energi Justru Melambung
JAKARTA, Investor.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Kamis (24/2), ditutup anjlok 102,24 poin (1,48%) menjadi 6.817,82 setelah Rusia mengumumkan perang dengan Ukraina. Bahkan, IHSG sempat turun dalam sentuh level 6.758,86 dengan nilai transaksi melambung ke Rp 20 triliun.
Penurunan indeks dipengaruhi pelemahan sebagian besar sektor saham, seperti saham sektor transportasi dan logistik melemah 4,93%, sektor consumer cyclicals melemah 2,25%, sektor teknologi turun 2,13%, sektor properti dan real estat turun 2,07%, serta sektor keuangan turun 2,42%. Sedangkan sektor saham sektor energi justru melambung 2,23% dan industri o,75%.
Meski IHSG turun, sejumlah saham ini menguat, yaitu saham PT Capitol Nusantara Indonesia Tbk (CANI) naik hingga auto reject atas (ARA) Rp 43 (34,40%) menjadi Rp 168, PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk (BOSS) menguat Rp 18 (25,71%) menjadi Rp 88, PT Pelayaran Nasional Bina Buana Rayat Tbk (BBRM) naik Rp 8 (14,81%) menjadi Rp 62, PT Pratama Abadi Nusa Industri Tbk (PANI) naik Rp 590 (13,41%) menjadi Rp 4.990, dan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) naik Rp 75 (13,39%) menjadi Rp 635.
Sedangkan pelemahan melanda sebagian besar saham, seperti saham PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP), PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY), PT MN Vision Networks Tbk (IPTV), PT MNC Land Tbk (KPIG), PT Indonesia Transport & Infrastructure Tbk (IATA), PT PT Panca Global Kapital Tbk (PEGE), dan PT Panorama Sentrawisata Tbk (PANR), PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK).
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






