Duh! Perang Rusia-Ukraina Meluas, Bitcoin Bisa Amblas ke US$ 20.000-an
JAKARTA, investor.id – Langkah Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) yang memutuskan untuk mengambil langkah lanjutan terkait serangan Rusia ke wilayah Ukraina membuat harga aset-aset kripto seluruhnya berdarah-darah.
Pengamat Pasar Uang Ariston Tjendra menilai, Bitcoin sekarang sudah diasosiasikan sebagai aset berisiko karena banyaknya institusi besar yang memiliki Bitcoin sehingga perang ini bisa memberikan tekanan ke aset tersebut. Situasi konflik sangat dinamis, bisa terekskalasi dengan cepat dan bisa juga terdeeskalasi.
“Bila tereskalasi dengan perang yang meluas, Bitcoin bisa terkoreksi tajam ke area US$ 20.000an. Dan ini biasanya juga menyeret aset kripto lainnya. Soalnya volatilitas Bitcoin juga tinggi. Support kuat saat ini di US$ 30.000 per btc, tapi kalau perang meluas, ini bisa tembus. Sebaliknya bila terdeeskalasi karena diplomasi diutamakan dalam konflik ini, Bitcoin bisa menguat lagi ke area US$ 40.000an per btc,” ujar dia kepada Investor Daily, Kamis (24/2).
CEO Litedex Protocol Andrew Suhalim menambahkan, Bitcoin dan kripto utama lainnya kembali terkoreksi mengikuti pergerakan pasar saham global yang juga kembali melemah karena konflik antara Rusia dan Ukraina masih memanas hingga hari ini. Meski kembali terkoreksi, tetapi koreksi di kripto masih cenderung tidak besar, di mana koreksinya berada di kisaran 1%-2%. Setelah sempat mengabaikan sejenak dari konflik Rusia dan Ukraina pada Rabu kemarin, kini investor kembali khawatir dengan meningkatnya kembali tensi kedua negara pecahan Uni Soviet tersebut.
Baca Juga:
Bitcoin cs Lagi-Lagi Terkoreksi“Apa yang dikhawatirkan oleh pasar, benar-benar terjadi dan genderang perang sudah di mulai antara Rusia dan Ukraina dan ini menjadi bencana bagi Bitcoin untuk meluncur kebawah batas ambang di US$ 30,000 per koin. Walaupun AS telah menjatuhkan sanksi yang berat untuk Rusia,” katanya.
Dalam perdagangan sore ini, Bitcoin pada jam 15.00 WIB, melemah di harga US$ 34.908 per koin (-8,14%) dengan volume transaksi sebesar US$ 31,96 miliar dengan kapitalisasi pasar US$ 663,24 miliar. Sedangkan untuk perdagangan besok, Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi memprediksi Bitcoin kemungkinan dibuka fluktuatif, namun melemah di kisaran US$ 32.400-35.500 per koin.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






