Sabtu, 20 Juni 2026

Duh! Perang Rusia-Ukraina Meluas, Bitcoin Bisa Amblas ke US$ 20.000-an

Penulis : Lona Olavia
24 Feb 2022 | 15:16 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi perdagangan kripto.
Ilustrasi perdagangan kripto.

JAKARTA, investor.id – Langkah Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) yang memutuskan untuk mengambil langkah lanjutan terkait serangan Rusia ke wilayah Ukraina membuat harga aset-aset kripto seluruhnya berdarah-darah.  

Pengamat Pasar Uang Ariston Tjendra menilai, Bitcoin sekarang sudah diasosiasikan sebagai aset berisiko karena banyaknya institusi besar yang memiliki Bitcoin sehingga perang ini bisa memberikan tekanan ke aset tersebut. Situasi konflik sangat dinamis, bisa terekskalasi dengan cepat dan bisa juga terdeeskalasi.

“Bila tereskalasi dengan perang yang meluas, Bitcoin bisa terkoreksi tajam ke area US$ 20.000an. Dan ini biasanya juga menyeret aset kripto lainnya. Soalnya volatilitas Bitcoin juga tinggi. Support kuat saat ini di US$ 30.000 per btc, tapi kalau perang meluas, ini bisa tembus. Sebaliknya bila terdeeskalasi karena diplomasi diutamakan dalam konflik ini, Bitcoin bisa menguat lagi ke area US$ 40.000an per btc,” ujar dia kepada Investor Daily, Kamis (24/2).

ADVERTISEMENT

CEO Litedex Protocol Andrew Suhalim menambahkan, Bitcoin dan kripto utama lainnya kembali terkoreksi mengikuti pergerakan pasar saham global yang juga kembali melemah karena konflik antara Rusia dan Ukraina masih memanas hingga hari ini. Meski kembali terkoreksi, tetapi koreksi di kripto masih cenderung tidak besar, di mana koreksinya berada di kisaran 1%-2%. Setelah sempat mengabaikan sejenak dari konflik Rusia dan Ukraina pada Rabu kemarin, kini investor kembali khawatir dengan meningkatnya kembali tensi kedua negara pecahan Uni Soviet tersebut.

“Apa yang dikhawatirkan oleh pasar, benar-benar terjadi dan genderang perang sudah di mulai antara Rusia dan Ukraina dan ini menjadi bencana bagi Bitcoin untuk meluncur kebawah batas ambang di US$ 30,000 per koin. Walaupun AS telah menjatuhkan sanksi yang berat untuk Rusia,” katanya.

Dalam perdagangan sore ini, Bitcoin pada jam 15.00 WIB, melemah di harga  US$ 34.908 per koin (-8,14%) dengan volume transaksi sebesar US$ 31,96 miliar dengan kapitalisasi pasar US$ 663,24 miliar. Sedangkan untuk perdagangan besok, Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi memprediksi Bitcoin kemungkinan dibuka fluktuatif, namun  melemah di kisaran US$ 32.400-35.500 per koin.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 16 menit yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 25 menit yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 38 menit yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 49 menit yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 1 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
International 1 jam yang lalu

Israel Serang Lebanon, Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

Iran kembali tutup Selat Hormuz usai Israel serang Lebanon, ancam kesepakatan damai dengan AS dan picu krisis energi global.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia