Kinerja Lampaui Ekspektasi, Saham UNTR Direvisi Naik ke Rp 31.400
JAKARTA, Investor.id - Realisasi kinerja keuangan PT United Tractors Tbk (UNTR) sepanjang 2021 mengesankan sejumlah analis. Raihan tersebut mendorong RHB Sekuritas untuk merevisi naik target kinerja keuangan dan harga saham UNTR.
RHB Sekuritas merevisi naik target harga saham UNTR dari Rp 29.400 menjadi Rp 31.400 dengan rekomendasi dipertahankan beli. Target harga tersebut merefleksikan realisasi laba bersih perseroan tahun lalu senilai 10,28 triliun setara dengan 107% dari target yang ditetapkan RHB Sekuritas.
Analis RHB Sekuritas Ryan Santoso mengatakan, United Tractors juga menunjukkan penjualan alat berat yang sangat mengesankan mencapai 260 unit per bulan. Begitu juga dengan margin keuntungan dari kontraktor penambangan batubara cukup mengesankan dengan overburden removal mencapai 852 juta bcm atau naik 3,3% dari raihan tahun 2020.
Dari sisi margin, dia mengatakan, United Tractors berhasil mencetak margin keuntungan bersih (net margin) sebesar 12,9% atau tertinggi dalam tiga tahun terakhir dengan rata-rata 12,4%. Perseroan juga mencatatkan kas bersih Rp 24,1 triliun, dibandingkan posisi akhir 2020 senilai Rp 8 triliun. Kondisi ini membuat peluang bagi perseroan untuk gencar ekspansi tahun ini.
Terkait prospek bisnis perseroan, RHB Sekuritas menyebutkan, kenaikan harga jual batu bara akan menjadi katalis utama terhadap kinerja keuangan dan saham perseroan. Berdasarkan data harga jual batubara Newcastle telah naik mencapai 61,4% sepanjang tahun ini yang diharapkan berlanjut. Hal ini dipicu atas peningkatan tensi geopolitik Rusia dengan Ukraina.
Tidak hanya itu, menurut Ryan, perseroan juga akan diuntungkan dari bisnis pertambangan emas. Sebagaimana diketahui segmen ini menjadi faktor utama pendongkrak margin keuntungan sepanjang 2021. Sedangkan harga jual emas menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa bulan terakhir.
Berbagai faktor tersebut mendorong RHB Sekuritas untuk merevisi naik target pendapatan United Tractors tahun 2022 dari Rp 78,29 triliun menjadi Rp 83,25 triliun. Begitu juga dengan target laba bersih direvisi naik dari Rp 10,54 triliun menjadi Rp 11,57 triliun. Tahun 2021, perseroan meraup pendapatan dan laba bersih masing-masing Rp 79,46 triliun dan Rp 10,28 triliun.
Revisi naik target kinerja keuangan juga sejalan dengan revisi naik perkiraan penjualan alat berat tahun 2022 dari 3.499 unit menjadi 3.700 unit. Rata-rata haga jual alat berat diprediksi mengalami peningkatan yang berimbas terhadap kenaikan margin keuntungan dari segmen bisnis tersebut.
Sebaliknya overburden removal direvisi turun dari 884 juta bcm menjadi 860 juta bcm. Produksi batubara direvisi turun dari 120 juta ton menjadi 117 juta ton. Sebalinya volume produksi emas juga direvisi turun dari 340 kilo oz menjadi 328 kilo oz.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






