Kinerja Matahari (LPPF) pada 2021 Melebihi Ekspektasi
JAKARTA, investor.id – PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) membukukan penjualan kotor sebesar Rp 10,3 triliun pada 2021 atau tumbuh 20% dibandingkan tahun 2020. Pendapatan bersih pada 2021 mencapai Rp 5,6 triliun, naik 15% dari 2020.
Matahari mencatat laba bersih sebesar Rp 913 miliar pada 2021 dibandingkan rugi bersih sebesar Rp 873 miliar pada 2020, yang didukung oleh kinerja perdagangan kuartal IV-2021 sejalan dengan pelonggaran PPKM (yang membantu kondisi pemulihan) dan inisiatif yang dijalankan perseroan.
Adapun kinerja Matahari pada 2021 melebihi ekspektasi. EBITDA mencapai Rp 1,3 triliun (vs panduan Rp 1 triliun), meskipun kunjungan mal belum kembali ke tingkat pra-pandemi. SSSG tahun lalu -41,5% dibandingkan tahun 2019. Sedangkan kunjungan mal sebesar 43% di bawah tahun 2019.
Sementara itu, kinerja perdagangan pada kuartal IV-2021 yang kuat dari pelonggaran PPKM dan inisiatif yang didorong oleh perusahaan telah menghasilkan EBITDA sebesar Rp 527 miliar atau 41,4% lebih tinggi dari pra-pandemi 2019. Laba bersih pada kuartal IV-2021 mencapai Rp 474 miliar, meskipun kunjungan mal sebesar 60% untuk kuartal IV-2021 dibandingkan kuartal IV-2019.
Lebih lanjut, produktivitas penjualan tumbuh 9,2% dibandingkan kuartal IV-2020 dan margin kotor pada kuartal IV-2021 sebesar 35,2% dibandingkan 31,3% pada kuartal IV-2020 dan 32,5% pada kuartal IV-2019. Target EBITDA tahun ini yang dikomunikasikan sebelumnya direvisi dari Rp 1,8 triliun menjadi Rp 2 triliun, mengingat kekuatan bisnis emiten dengan kode saham LPPF ini.
Wakil Presiden Direktur dan CEO Matahari (LPPF) Terry O'Connor mengatakan, puncak Omicron di Jakarta sudah dilewati dan secara nasional telah membaik, sehingga memberikan kesempatan perdagangan pada Lebaran secara penuh dan tidak terganggu. “Karena itu, kami meningkatkan EBITDA 2022 dari panduan sebelumnya Rp 1,8 triliun menjadi Rp 2 triliun,” kata dia dalam keterangan resmi, Rabu (2/3/2022).
Sesuai rencana, Matahari akan membuka 12-15 gerai per tahun dalam jangka pendek sampai menengah dengan minimum 10 gerai pada 2022. Perseroan telah membuka gerai di One Batam Mall dan Cianjur pada Desember 2021, dengan penjualan di atas ekspektasi.
Hingga akhir 2021, Matahari mengoperasikan 139 gerai di 77 kota di seluruh Indonesia, setelah membuka 3 gerai baru pada 2021 di Balikpapan (Kalimantan Timur), Batam (Kepulauan Riau), dan Cianjur (Jawa Barat). Matahari berencana membuka minimum 10 gerai pada 2022, termasuk gerai signature baru yang sedang dibangun di Taman Anggrek Jakarta dan Plaza Ambarukmo Jogjakarta. Pengerjaan konsep format baru juga sedang berjalan, dan perseroan hampir menyelesaikan format baru di Supermal Karawaci Tangerang.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler



