Agresif Tambah Kapasitas Produksi, Bagaimana Prospek Saham Bumi Minerals (BRMS)?
JAKARTA, Investor.id - Berlanjutnya peningkatan kapasitas produksi emas menjadi faktor pendongkrak kinerja keuangan dan saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS). Peningkatan kapasitas produksi tersebut menjadikan perseroan menjadi bankable untuk melanjutkan ekspansi ke depan.
Analis BNI Sekuritas Aurelia Setiabudi mengatakan, Bumi Minerals sedang gencar menaikkan kapasitas pemrosesan emas. Sedangkan proyek tembaga Gorontalo yang belum dikembangkan akan menjadi penopang kinerja operasional perseroan dalam jangka panjang.
“Ekspektasi peningkatan produksi emas didukung upaya perseroan dalam meningkatan kapasitas pemrosesan emas menjadi faktor penguat kinerja kuangan perseoran ke depan,” terangnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta.
Hingga kuartal III-2021, perseroan memproduksi sebanyak 37 kilogram emas atau meningkatkan 44% dari periode sama tahun lalu bersumber dari pabrik Citra Palu Minerals. Sedangkan tahun 2022-2024, Bumi Minerals sedang membangun peningkatan kapasitas pemrosesan emas dengan membangun pabrik emas kedua dan ketiga yang bakal menaikkan kapasitas produksi menjadi 4 ribu ton per hari untuk setiap pabrik.
Pabrik kedua dan ketiga diperkirakan mulai beroperasi masing-masing pada kuartal III-2022 dan kuartal II-2024. “Kami memerkirakan kapasitas pemrosesan perseroan akan mencapai 4.500 ton per hari tahun ini atau meningkat delapan kali lipat dari raihan tahun 2021,” terangnya.
Apabila pabrik ketiga beropasi penuh, dia mengatakan, kapasitas pemrosesan emas perseroan akan meningkat menjadi 8.500 ton per hari atau setara dengan 123,8 ribu oz produksi emas per tahun.
Pendanaan
BNI Sekuritas juga memberikan pandangan positif terhadap BRMS yang telah mengamankan pendanaan dari penerbitan saham baru dan pinjaman bank untuk mendanai pembangunan pabrik emas kedua dan ketiga.
Perseroan mengalokasikan belanja modal senilai US$ 96 juta pada 2022-20224 yang dimanfaatkan untuk membiayai pembangunan pabrik kedua dan ketiga di Poboya. Perseroan memanfaatkan dana hasil rights issue II senilai US$ 111 juta untuk membangun pabrik emas Gorontalo.
BNI Sekuritas menyebutkan bahwa agresifnya peningkatan kapasitas produksi emas perseroan telah mulai berdampak positif terhadap pergerakan saham BRMS dalam beberapa bulan terakhir.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler





