Jumat, 15 Mei 2026

IHSG Cenderung Naik, Cermati JSMR, BBTN, dan ESSA

Penulis : Parluhutan Situmorang
10 Mar 2022 | 08:45 WIB
BAGIKAN
Petugas kebersihan beraktivitas di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Petugas kebersihan beraktivitas di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

JAKARTA, Investor.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (10/3/2022), diperkirakan bergerak mixed cenderung menguat terbatas. Perkiraan ini didasarkan analisa indikator MACD negatif menguat, indikator Stochastic netral menguat, serta indikator RSI netral menguat.

Kemarin, pemodal asing merealisasikan pembelian bersih (net buy) saham di pasar reguler hingga Rp 759,51 miliar, seiring kenaikan Indeks harga saham gabungan IHSG sebanyak 50,26 poin (0,81%) menjadi 6.864,44. Sedangkan jika menghitung transaksi investor asing di pasar negosiasi dan reguler, investor asing justru melaksanakan penjualan bersih (net sell) saham hingga Rp 11,34 triliun.

Berikut lima saham dengan net buy terbanyak di pasar reguler, yaitu saham PT Astra International Tbk (ASII) Rp 209,36 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 170,05 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 121,36 miliar, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 115,62 miliar, PT Adaro Energy Tbk (ADRO) Rp 99,40 miliar, dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) senilai Rp 82,03 miliar.

ADVERTISEMENT

Berikut beberapa saham yang layak dicermati berdasarkan prediksi BRI Danareksa Sekuritas:

JSMR

Trading Buy

Saham JSMR diperkirakan bergerak dalam rentang harga Rp 3.280 – 3.830, seiring peningkatan volume transaksi di atas rata-rata, indikator MACD positif menguat, indikator Stochastic netral menguat menuju overbought, indikator RSI netral menguat menuju overbought.

BBTN

Buy on reversal

Saham BBTN diperkirakan bergerak dalam rentang bergerak di kisaran Rp 1.630 – 1.745, seiring volume transaksi stabil di bawah rata-rata, indikator MACD negatif melemah, indikator Stochastic netral menguat, indikator RSI netral menguat

ESSA

Buy on weakness

Saham ESSA diperkirakan bergerak dalam rentang Rp 640 – 795, seiring indikator volume transaksi meningkat di atas rata-rata, indikator MACD positif melemah, indikator Stochastic netral konsolidasi, dan Indikator RSI netral konsolidasi.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 13 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 24 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 28 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia