Sah! Sumber Tani (STAA) Listing Perdana di Tengah Lonjakan Harga CPO, Begini Pergerakannya
JAKARTA, investor.id – PT Sumber Tani Agung Resources Tbk (STAA) resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (10/3/2022).
Dengan tercatatnya saham STAA pada papan utama, perseroan menjadi perusahaan ke-11 yang melantai di BEI pada tahun 2022 ini.
Perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit ini melepas sebanyak 903.372.600 saham baru dengan nilai nominal Rp 100 per saham atau sebanyak 8,29% dari modal ditempatkan atau disetor penuh, dengan harga penawaran sebesar Rp 600 per saham.
Pada perdagangan sesi I pertamanya, saham STAA terpantau dibuka di level Rp 600. Selama 15 menit perdagangan, saham STAA tercatat diperdagangkan pada level tertinggi Rp 745 dan terendah Rp 600. Rata-rata STAA diperdagangkan di level Rp 669 per saham.
Pada perhelatan IPO ini, STAA menunjuk PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia dan PT CIMB Niaga Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi saham.
Direktur Utama STAA, Mosfly Ang mengatakan, IPO ini menjadi momen penting dan bersejarah bagi perseroan yang menempatkannya sebagai perusahaan publik. Mosfly menambahkan bahwa dengan tercatatnya STAA sebagai perusahaan publik, hal ini membuka banyak peluang terhadap STAA ke depannya.
“Melalui IPO ini, menjadikan STAA memiliki akses pendanaan yang lebih luas dan jejaring bisnis yang terbuka lebar,” ujar Mosfly, Kamis (10/3/2022).
Mosfly menyampaikan bahwa outlook positif industri kelapa sawit di mana kinerja perseroan berpotensi dapat tumbuh seiring dengan kenaikan harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) tahun ini yang sedang berada di harga tertingginya sejak 7 tahun terakhir.
Dalam penawaran umum perdana saham ini, Perseroan mengantongi dana segar sebesar Rp 542 miliar dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp 6,54 triliun.
Mosfly menyampaikan bahwa seluruh dana hasil IPO setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi saham akan digunakan seluruhnya untuk belanja modal, yakni sebagian besar untuk pembangunan industri hilir anak usaha.
Sebagai informasi, harga kontrak CPO di Bursa Malaysia Derivatives melambung tinggi hingga pecahkan rekor pada Rabu (9/3/2022). Melambungnya harga CPO ini terdongkrak dari kebijakan pemerintah Indonesia yang mengetatkan ekspornya dengan menaikkan kewajiban pasar domestik (DMO) minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dari 20% menjadi 30%.
Berdasarkan Bursa Malaysia Derivatives pada penutupan Rabu (10/3/2022), kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Maret 2022 terpantau naik 618 Ringgit Malaysia menjadi 7.621 Ringgit Malaysia per ton. Untuk kontrak pengiriman April 2022 terkerek 769 Ringgit Malaysia menjadi 7.582 Ringgit Malaysia per ton.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi
Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas AntamDPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah
Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.Ujian Berat bagi Saham BUMI
Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatDuit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Tag Terpopuler
Terpopuler





