Ciyee… Emiten BUMN Karya Kompak Incar Megaproyek IKN Nusantara
JAKARTA, investor.id – Penunjukkan Bambang Susantono dan Dhony Rahajoe sebagai Kepala dan Wakil Kepala Otorita Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara makin membawa titik terang pada pembangunan megaproyek IKN. Emiten BUMN Karya, yakni PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Waskita Karya Tbk (WSKT), PT PP Tbk (PTPP), dan PT Adhi Karya Tbk (ADHI) yang digadang-gadang bakal menggarap proyek bernilai ratusan triliun rupiah tersebut kompak menyambut positif.
Sekretaris Perusahaan Wika Mahendra Vijaya mengaku optimistis dan menyambut positif keputusan Presiden Joko Widodo memilih Bambang Susantono dan Dhony Rahajoe selaku Kepala dan Wakil Kepala Otorita IKN. “Semoga dengan amanah yang disematkan akan semakin mempercepat dan merealisasikan pembangunan IKN,” ucap Mahendra kepada Investor Daily, Kamis (10/3).
Ia menambahkan, berbekal pengalaman, diversifikasi usaha, dan kapabilitas yang dimiliki serta keterkenalan Wika di publik, maka perseroan siap ikut serta dan berkontribusi positif pada IKN. “Beberapa proyek potensial yang kami sasar antara lain infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, instalasi air bersih dan pengolahan limbah, pembangkit listrik, industrial pant, gedung dan perkantoran,” ungkap Mahendra.
Selain Wika, BUMN Karya yang lain yaitu Waskita Karya juga merespons baik atas dilantiknya Kepala dan Wakil Kepala Otoritas IKN Nusantara. Investor Relations Manager Corporate Secretary Waskita Karya Julius Caesar mengungkapkan, Waskita siap mendukung siapapun kepala dan wakil otorita terpilih karena hal tersebut tentu merupakan pilihan terbaik presiden.
“Waskita mengucapkan selamat kepada Bapak Bambang Susantono-Dhony Rahajoe sebagai kepala dan wakil kepala otorita IKN. Semoga proyek IKN segera dapat dimulai dan Kementerian PUPR segera melakukan tender proyek-proyek IKN,” ucap Julius.
Ia menyatakan, Waskita siap berpartisipasi di proyek IKN. Apalagi, dengan tingkat likuiditas yang sudah jauh lebih baik berkat proses implementasi 8 Streams Penyehatan Waskita dan dukungan penuh pemerintah selama proses restrukturisasi, perseroan pun optimistis dapat berkontribusi di proyek IKN terutama pada proyek-proyek infrastruktur dasar yang di-cover APBN.
“Sebagai komitmen perseroan berpartisipasi pada IKN, kita sudah menyiapkan kemampuan likuiditas dan transformasi bisnis yang jauh lebih baik. Bahkan, Waskita sudah membentuk tim setingkat SVP dan sudah berkantor di Balikpapan,” tambahnya.
Di antara BUMN Karya yang lain, Waskita memang tampak paling siap dalam menyambut pembangunan megaproyek IKN. Lebih lanjut, emiten konstruksi pelat merah ini juga telah membentuk dedicated unit atau unit khusus yang didedikasikan untuk menangani proyek IKN dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul. "Kita sudah mempersiapkan dedicated unit yang khusus menangani proyek IKN," terang Julius.
Layaknya Waskita, Adhi Karya juga terus mempersiapkan diri secara internal untuk menangkap berbagai peluang di IKN. Hal itu disampaikan Corporate Secretary Adhi Karya Farid Budiyanto. Menurut Farid, perseroan melihat proyek pengembangan IKN tersebut akan berdampak positif bagi ADHI dan industri konstruksi.
“Sejauh ini, kami terus mempersiapkan diri secara internal untuk menangkap peluang tersebut,” ujarnya. Apalagi, pada tahun ini perseroan juga akan menerima pencairan penambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 1,97 triliun yang diharapkan dapat diikuti dengan right issue publik yang pelaksanaannya akan berlangsung setelah Peraturan Pemerintah terbit.
Tak jauh berbeda, respons positif juga diperlihatkan PP. Corporate Secretary PP Yuyus Juarsa mengatakan bahwa PP berharap seiring dengan dilantiknya Bambang Susantono dan Dhony Rahajoe sebagai kepala dan wakil kepala otorita IKN dapat segera terwujud dan perseroan siap menyongsong dan berkontribusi dalam pembangunan IKN. “Kami ucapkan selamat atas terpilihnya Pak Bambang Susantono dan Pak Dhony Rahajoe,” ucap Yuyus Juarsa.
Outlook Saham
Seiring dengan persiapan megaproyek IKN yang semakin progresif, Founder Traderindo.com Wahyu Laksono menilai bahwa IKN dapat menambah keyakinan pada outlook saham-saham BUMN Karya. Karena pada dasarnya, di era Presiden Jokowi, BUMN Karya sudah bagus.
“Jadi, kalaupun misalnya IKN belum cukup meyakinkan, outlook BUMN Karya tetap bagus. Apalagi, jika dalam jangka panjang IKN semakin jelas tentu saham-sahamnya akan semakin bagus,” ucap Wahyu.
Wahyu menambahkan, selama negara membutuhkan pembangunan khususnya infrastruktur dan jenis bangunan yang lain, maka BUMN Karya bisa dipercaya para investor sebagai investasi jangka panjang. Walaupun terkait pandemi, saham-saham emiten konstruksi pelat merah itu terdampak, namun untuk jangka menengah atau panjang masih sangat potensial.
“Untuk saham WIKA saat ini masih bearish namun di bawah Rp 900 sehingga semakin potensial untuk buy on weakness. Rebound bisa naik di level Rp 1100-1200. Sementara di kisaran atau di atas Rp 1400 hati hati koreksi,” terang Wahyu.
Sama halnya dengan WIKA, ADHI juga saat ini masih bearish namun berada di bawah Rp 700. Potensial juga bagi para investor untuk buy on weakness. Break di posisi Rp 960 dan bisa naik ke Rp 1.000 hingga Rp 1.100. Saat di atas Rp 1.200, ia mengingatkan hati-hati terjadi koreksi.
Sedangkan WSKT dibandingkan dengan WIKA dan ADHI tergolong yang paling lemah. Dengan demikian semakin mendekatkan pada level potensial buy on weakness di dekat atau di bawah Rp 500. Saham WSKT berpotensi rebound hingga Rp 600-700 dan break di Rp 700 bahkan bisa di level Rp 750-850. Namun saat mendekati atau di bawah Rp 950, Wahyu melihat rentan mengalami koreksi.
Di antara semuanya, PP merupakan yang paling kuat karena mungkin kebutuhan terhadap rumah atau apartemen terus berjalan. “Secara teknikal, saham PTPP sudah membentuk double bottom di mana sinyal bearish terhenti. Padahal, saham yang lain masih bearish. Untuk target harga di posisi Rp 1.160-1.320 dan strong resistance Rp 1370,” ujar Wahyu.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






