Pilarmas: Harga Lima Saham ini Berpotensi Melaju di Akhir Pekan
JAKARTA, investor.id - Pilarmas Investindo Sekuritas memprediksi indeks harga saham gabungan (IHSG) berdasarkan analisa teknikal berpeluang bergerak menguat di akhir pekan, Jumat (11/3/2022). IHSG diperkirakan akan diperdagangkan pada level 6.866- 6.982.
Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut gagalnya pembicaraan tingkat tinggi pertama antara Rusia dan Ukraina, dan inflasi Amerika yang mengalami kenaikkan, mungkin akan mencoba membuat IHSG terkoreksi hari ini. Pada perdagangan Kamis (10/3/2022), IHSG menguat +59 poin atau +0,87% menjadi 6.924. Sektor consumer cyclicals, technology, healthcare, consumer non cyclicals, financials, basic materials, infrastructures, transportation & logistic bergerak positif dan mendominasi kenaikan IHSG kali ini. Investor asing di seluruh pasar membukukan pembelian bersih sebesar Rp 184 miliar.
Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut akhirnya Bank Sentral Eropa mempercepat untuk menghentikan stimulus moneternya. Hal tersebut memberikan sebuah ga baran baru, bahwa Bank Sentral Eropa tampaknya mulai merasakan khawatir mengenai inflasi daripada pertumbuhan ekonomi yang mulai terlihat kembali melemah akibat perang antara Ukraina dan Rusia yang berpotensi mendorong inflasi kembali mengalami kenaikkan.
Para pejabat Bank Sentral Eropa mengatakan bahwa mereka berjanji untuk memulai memperlambat pembelian obligasi pada bulan May mendatang dan diharapkan dapat menghentikan stimulus tersebut hingga Q3 2022 mendatang. Bank Sentral Eropa melihat bahwa inflasi berpotensi stabil pada tahun ini dengan target 2% secara jangka menengah.
Pilarmas Investindo Sekuritas menambahkan ditengah situasi dan kondisi pertemuan The Fed pada pekan depan, inflasi Amerika keluar dengan data yang mengejutkan. Diatas konsensus, yang dimana lagi lagi mengalami kenaikkan dari sebelumnya 7,5% menjadi 7,9%. Inflasi ini merupakan level tertinggi sejak 40 tahun terakhir yang dimana kenaikkan inflasi tersebut di dominasi oleh kenaikkan biaya bensin, makanan, dan property. Sehingga dengan situasi dan kondisi tersebut, tidak menutup kemungkinan inflasi akan naik lebih tinggi pada bulan Maret mendatang.
Inflasi inti juga mengalami kenaikkan menjadi 6,4%, sehingga inflasi berpotensi mengalami kenaikkan kembali pada bulan Maret mendatang. Dalam situasi dan kondisi seperti sekarang ini, The Fed telah memegang kartu 25 bps ditangan, namun dengan inflasi di luar kendali ada kemungkinan The Fed akan menaikkan tingkat suku bunga hingga 50 bps.
“Sentiment negatif ini berpotensi mempengaruhi pasar dalam negeri, meskipun terjadinya penurunan kami menyakini masih dalam rentang terbatas. Pembicaraan tingkat tinggi pertama antara Ukraina dan Rusia yang gagal juga akan mendorong pasar ikut berpotensi koreksi pada hari ini,” tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya.
Disisi lain, Pilarmas Investindo Sekuritas menambahkan sejak krisis energi melanda sejumlah negara tahun lalu, Indonesia sebagai salah satu produsen energi batu bara memang diuntungkan dengan krisis tersebut. Tahun lalu, harga batu bara melesat hingga US$ 273/MT pada Oktober 5, 2021 sebagai puncaknya. Siapa yang tak terpikat dengan tingginya permintaan ekspor tersebut. Para produsen berusaha memanfaatkan momentum untuk menggenjot penjualan dan produksinya, yang berujung pada panen keuntungan dan perbaikan neraca keuangan perusahaan tambang batu bara.
Untuk itu, Pilarmas Investindo Sekuritas merekomendasikan lima saham yang harganya berpotensi melaju di akhir pekan ini, yaitu RALS, SCMA, SIDO, ASII, ELSA.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






