IMFBeri Sinyal Pangkas Proyeksi PertumbuhanGlobal karena Perang Ukraina
WASHINGTON, investor.id – Dana Moneter Internasional (IMF) mengindikasikan akan memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global. Rencana IMF ini sebagai respons atas kerusakan ekonomi yang disebabkan oleh agresi Rusia ke Ukraina.
Demikian pernyataan Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva. “Anda semua melihat korban yang mengerikan pada orang-orang, hilangnya nyawa, penderitaan manusia, peningkatan pengungsi secara besar-besaran. Tetapi ada juga korban ekonomi yang signifikan,” kata kepala lembaga pemberi pinjaman krisis yang berbasis di Washington, Jumat (11/3).
Selain kerusakan di Ukraina, negara-negara Barat menjatuhkan sanksi terhadap Rusia sebagai tanggapan atas perang. Ini akan menyebabkan kontraksi tajam ekonomi Rusia, kata Georgieva.
Rusia bergerak ke dalam resesi yang dalam, dengan depresiasi besar-besaran rubel dan tenggelamnya daya beli warganya. Georgieva juga menambahkan bahwa gagal bayar (default) utang pemerintah bukan lagi peristiwa yang tidak mungkin terjadi.
Pada Januari 2022 lembaga tersebut memangkas perkiraan pertumbuhan global untuk tahun ini menjadi 4,4% karena dampak negatif varian Omicron dari Covid-19, setelah produk domestik bruto (PDB) dunia naik 5,9% tahun lalu.
IMF akan menerbitkan Outlook Ekonomi Dunia yang diperbarui bulan depan yang akan mencakup revisi turun dari proyeksi pertumbuhan kami, katanya.
Perang dan sanksi, yang mencakup larangan AS terhadap impor minyak Rusia, meluas ke ekonomi global. Kepala IMF tersebut menjelaskan, situasi ini menyebabkan biaya energi dan komoditas utama lainnya seperti gandum, pupuk, dan logam melonjak.
Itu terjadi di atas level inflasi yang sudah tinggi, menyebabkan keprihatinan serius di banyak tempat di seluruh dunia, kata Georgieva. “Kita melewati krisis yang tidak ada duanya dengan pandemi. Kita sekarang berada di wilayah yang bahkan lebih mengejutkan. Hal yang tidak terpikirkan terjadi. Kita memiliki perang di Eropa,” imbuhnya.
Bantuan Cepat
Sebelumnya pada Kamis (10/3), Oleg Ustenko, kepala penasihat ekonomi untuk Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, mengatakan bahwa serangan Rusia sejauh ini telah menghancurkan sekitar US$ 100 miliar pada jalan, jembatan, dan bisnis di Ukraina. Ini tentu menjadi pukulan besar bagi perekonomiannya.
“Situasi dalam hal pertumbuhan ekonomi akan benar-benar sangat menyedihkan, bahkan jika perang segera berhenti,” katanya dalam pidato yang disampaikan secara virtual kepada Peterson Institute for International Economics, dilansir dari AFP.
Georgieva mengatakan bahwa dana tersebut siap digunakan untuk lebih banyak membantu pemerintah Ukraina membangun kembali negaranya.
Pada Rabu (9/3) IMF menyetujui bantuan pencairan cepat senilai US$ 1,4 miliar untuk Ukraina. Sementara Bank Dunia minggu ini merilis hampir US$ 500 juta pada pengiriman awal paket pembiayaan sebesar US$ 3 miliar. Selain itu, Kongres Amerika Serikat pada hari yang sama menyetujui bantuan US$ 14 miliar dolar untuk Ukraina.
Georgieva mengatakan dampak perang yang paling cepat akan dirasakan oleh negara-negara tetangga, yang akan menerima masuknya lebih dari dua juta pengungsi. Negara-negara tersebut akan menanggung beban arus perdagangan yang terganggu, sehingga menyebabkan harga melonjak. “Ini sangat berbahaya bagi keluarga yang hidup dalam kemiskinan, di mana makanan dan bahan bakar merupakan proporsi yang lebih tinggi dari pengeluaran mereka,” katanya.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi
Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas AntamDPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah
Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.Ujian Berat bagi Saham BUMI
Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatDuit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Tag Terpopuler
Terpopuler






