Inilah Satu-satunya Perusahaan Batu Bara yang Masuk 10 Besar Emiten, Geser Unilever (UNVR)
JAKARTA, investor.id – PT Bayan Resources Tbk (BYAN) berhasil masuk 10 besar emiten berdasarkan nilai kapitalisasi pasar saham (market cap) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Ini menjadikan Bayan Resources satu-satunya perusahaan batu bara yang bergabung ke barisan emiten elite tersebut.
Bayan Resources adalah perusahaan milik Low Tuck Kwong, orang terkaya keenam di Indonesia atau ke-792 di dunia versi Forbes, dengan total kekayaan senilai US$ 3,7 miliar atau sekitar Rp 53 triliun.
Hingga perdagangan Jumat (11/3/2022), market cap Bayan Resources atau BYAN di BEI mencapai Rp 134 triliun atau di posisi 9. BYAN menggeser PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR). Unilever Indonesia tak lagi masuk 10 besar emiten berdasarkan market cap.
Sementara itu, posisi emiten lainnya tidak berubah. Posisi pertama masih PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan market cap senilai Rp 970 triliun. Kedua, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar Rp 660 triliun. Ketiga, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) senilai Rp 455 triliun.
Selanjutnya adalah PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan market cap sebesar Rp 353 triliun, PT Astra International Tbk (ASII) Rp 254 triliun, PT Bank Jago Tbk (ARTO) Rp 214 triliun, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) Rp 191 triliun, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 147 triliun, dan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) Rp 132 triliun.
Adapun total nilai market cap di BEI mencapai Rp 8.684,6 triliun hingga Jumat (11/3/2022) atau turun 0,62% dibandingkan posisi pekan sebelumnya Rp 8.738,4 triliun. Hal itu seiring penurunan IHSG sebesar 0,08% selama sepekan ke level 6.922,6 dari posisi pekan sebelumnya 6.928,3.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






