Jumat, 15 Mei 2026

Inilah Satu-satunya Perusahaan Batu Bara yang Masuk 10 Besar Emiten, Geser Unilever (UNVR)

Penulis : Jauhari Mahardhika
12 Mar 2022 | 17:02 WIB
BAGIKAN
Bayan Resources. (Foto: Perseroan)
Bayan Resources. (Foto: Perseroan)

JAKARTA, investor.id – PT Bayan Resources Tbk (BYAN) berhasil masuk 10 besar emiten berdasarkan nilai kapitalisasi pasar saham (market cap) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Ini menjadikan Bayan Resources satu-satunya perusahaan batu bara yang bergabung ke barisan emiten elite tersebut.

Bayan Resources adalah perusahaan milik Low Tuck Kwong, orang terkaya keenam di Indonesia atau ke-792 di dunia versi Forbes, dengan total kekayaan senilai US$ 3,7 miliar atau sekitar Rp 53 triliun.

Hingga perdagangan Jumat (11/3/2022), market cap Bayan Resources atau BYAN di BEI mencapai Rp 134 triliun atau di posisi 9. BYAN menggeser PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR). Unilever Indonesia tak lagi masuk 10 besar emiten berdasarkan market cap.

ADVERTISEMENT
Inilah Satu-satunya Perusahaan Batu Bara yang Masuk 10 Besar Emiten, Geser Unilever (UNVR)
Sumber: BEI, Jumat (11/3/2022)

Sementara itu, posisi emiten lainnya tidak berubah. Posisi pertama masih PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan market cap senilai Rp 970 triliun. Kedua, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar Rp 660 triliun. Ketiga, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) senilai Rp 455 triliun.

Selanjutnya adalah PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan market cap sebesar Rp 353 triliun, PT Astra International Tbk (ASII) Rp 254 triliun, PT Bank Jago Tbk (ARTO) Rp 214 triliun, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) Rp 191 triliun, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 147 triliun, dan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) Rp 132 triliun.

Adapun total nilai market cap di BEI mencapai Rp 8.684,6 triliun hingga Jumat (11/3/2022) atau turun 0,62% dibandingkan posisi pekan sebelumnya Rp 8.738,4 triliun. Hal itu seiring penurunan IHSG sebesar 0,08% selama sepekan ke level 6.922,6 dari posisi pekan sebelumnya 6.928,3.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 19 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 30 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 34 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia