Kamis, 14 Mei 2026

Bukan GOTO saja, Sigma Energy (SICO) juga Siap IPO, Kisaran Harganya Rp 190-230 per Saham

Penulis : Thresa Sandra Desfika
15 Mar 2022 | 09:14 WIB
BAGIKAN
PT Sigma Energy Compressindo Tbk. Foto: Perseroan
PT Sigma Energy Compressindo Tbk. Foto: Perseroan

JAKARTA, investor.id – PT Sigma Energy Compressindo Tbk (SICO) siap menggelar initial public offering (IPO) dengan kisaran harga penawaran Rp 190-230 per saham. SICO memulai penawaran awal pada 15-18 Maret 2022 dan penawaran umum rencananya dilaksanakan pada 31 Maret-5 April 2022.

Perseroan berencana melepas sebanyak-banyaknya 270 juta saham dengan nilai nominal Rp 50 setiap saham atau sebanyak-banyaknya 29,67% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum. Jumlah seluruh nilai penawaran umum sebanyak-banyaknya Rp 62,1 miliar.

Perseroan secara bersamaan juga menerbitkan sebanyak-banyaknya 27 juta waran seri I yang menyertai saham baru perseroan atau sebanyak-banyaknya 4,22% dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh pada saat pernyataan pendaftaran dalam rangka penawaran umum perdana saham disampaikan.

ADVERTISEMENT

PT NH Korindo Sekuritas Indonesia bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek dan penjamin emisi efek di mana menjamin seluruh penawaran saham secara kesanggupan penuh.

Seluruh dana yang diperoleh hasil penawaran umum perdana saham ini setelah dikurangi biaya-biaya emisi efek akan digunakan untuk pembayaran utang bank sebesar 16% kepada PT Bank KEB Hana Indonesia, pengembangan usaha perseroan sebesar 51%, dan modal kerja sebesar sebesar 33%.

PT Sigma Energy Compressindo Tbk adalah perusahaan swasta nasional yang didirikan pada tahun 2007 yang bergerak dalam bidang usaha jasa penyewaan alat-alat untuk monetisasi minyak dan gas suar bakar dengan menggunakan teknologi kompresi untuk penurunan emisi gas rumah kaca.

Pada saat ini perseroan adalah pemimpin pasar dalam menyediakan layanan mini gas kompresor untuk memonetisasi gas suar bakar dan mengoptimalkan produksi migas pada sumur-sumur marjinal serta yang berkontribusi dalam mengurangi emisi gas rumah kaca dengan cara menangkap hingga 1.500 MMSCF gas suar bakar per tahun senilai sekitar US$ 12,5 juta.

Perseroan telah memenuhi standar international dan berpengalaman dengan perusahaan migas besar di seluruh Indonesia. Pada tahun 2017, perseroan memulai cabang usaha baru yang bergerak di bidang pengoperasian SPBU di bawah PT Sigma Niaga Gas. Bersama Shell, proyek pertama dimulai di tempat yang strategis yaitu di Kawasan Soewarna Bussiness Park area Bandara International Soekarno Hatta.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 1 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia