Kamis, 14 Mei 2026

Bos Teladan Prima(TLDN): Dana IPO SebagianDipakai Bayar Utang, BiarLebih Fleksibel

Penulis : Thresa Sandra Desfika
18 Mar 2022 | 17:55 WIB
BAGIKAN
PT Teladan Prima Agro Tbk. Foto: Perseroan
PT Teladan Prima Agro Tbk. Foto: Perseroan

JAKARTA, investor.id – Perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan dan pabrik kelapa sawit, PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN) siap menggelar initial public offering (IPO) dengan harga penawaran antara Rp 520-600 per saham.

Perseroan berencana melepas sebanyaknya 2.193.294.529 saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Jumlah saham yang dilepas itu adalah 15% dari modal disetor dan ditempatkan penuh perseroan setelah penawaran umum perdana. Jumlah penawaran umum secara keseluruhan sebanyak-banyaknya ialah Rp 1,3 triliun.

Seluruh dana dari hasil penawaran umum ini rencananya 23% di antaranya akan digunakan untuk akuisisi perusahaan kelapa sawit, lalu 46% lainnya bakal dipakai guna percepatan pembayaran sebagian pokok utang perseroan kepada PT Bank Mandiri Tbk, serta 31% sisanya untuk perusahaan anak.

ADVERTISEMENT

Di mana, alokasi untuk perusahaan anak itu 5% di antaranya bakal dipakai guna belanja modal PT Telen Prima Sawit, 14% untuk percepatan pembayaran pokok utang PT Telen Prima Sawit kepada Bank Mandiri, 4% lainnya disalurkan kepada PT Daya Lestari untuk belanja modal, 1% disalurkan pada PT Multi Jayantara Abadi untuk dipakai percepatan pembayaran pokok utang pada Bank Mandiri, dan 7% bakal digunakan PT Cahaya Anugerah Plantation untuk percepatan pembayaran pokok utang pada Bank Mandiri.

Direktur Utama TLDN Wishnu Wardhana menjelaskan terkait cukup banyaknya alokasi dana IPO nanti untuk percepatan pembayaran pokok utang. Dia menekankan, meski untuk pembayaran utang, perusahaan dipastikan dalam kondisi prima dan optimal.

Percepatan pembayaran utang, lanjut dia, demi memberikan fleksibilitas kepada TLDN untuk bisa tumbuh lebih besar dan dinamis. Sehingga, di sisi lain juga, dapat konsisten memberikan kontribusi yang optimal kepada para pemegang saham. 

“Jadi kombinasi fleksibilitas di dalam balance sheet dibangun untuk tetap tumbuh dan di satu sisi untuk bisa memberikan kontribusi yang konstan kepada pemegang saham,” ungkap Wishnu dalam konferensi pers penawaran umum perdana TLDN disaksikan online, Jumat (18/3/2022).

Dia menambahkan, balance sheet yang fleksibel memungkinkan TLDN untuk menyikapi kondisi dan situasi global lebih dinamis sehingga bisa tumbuh dengan optimal.

Untuk diketahui, dalam penawaran umum ini, perseroan juga mengadakan program opsi pembelian saham kepada manajemen dan karyawan (MESOP) dengan jumlah sebanyak-banyaknya 1% modal yang ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek adalah PT BNI Sekuritas dan PT CIMB Niaga Sekuritas. Adapun masa penawaran awal dijadwalkan berlangsung pada 17-25 Maret 2022 dan penawaran umum perdana pada 4-7 April 2022. Sedangkan, pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia diperkirakan pada 11 April 2022.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 12 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 29 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 59 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 1 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia