Jumat, 15 Mei 2026

Bookbuilding GoTo Diperpanjang Sampai Kamis 24 Maret, Bagaimana Cara Pemesanannya?

Penulis : Parluhutan Situmorang
22 Mar 2022 | 14:27 WIB
BAGIKAN
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. Foto: Ist
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. Foto: Ist

JAKARTA, Investor.id - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) memutuskan untuk memperpanjang masa penawaran awal atau bookbuilding dari Initial Public Offering (IPO). Awalnya masa penawaran awal ini akan selesai Senin (21/3/2022), namun diperpanjang menjadi Kamis (24/3/2022).

Sejalan dengan perpanjangan tersebut, start-up dengan ekosistem terbesar di Indonesia ini juga memperpanjang Program Saham Gotong Royong, yakni program penawaran saham dengan fixed allotment bagi pelanggan. Program Saham Gotong Royong juga diperpanjang hingga Kamis (24/3/2022).

Dalam pengumuman disebutkan bahwa perpanjangan Program Saham Gotong Royong dimaksudkan untuk memberikan kesempatan bagi pelanggan loyal yang belum menyelesaikan proses pemesanan. Para pelanggan tersebut membutuhkan waktu lebih untuk melakukan pemesanan karena sebagian adalah investor baru.

ADVERTISEMENT

Pengamat pasar modal Alfred Nainggolan mengatakan, proses perpanjangan bookbuilding adalah proses yang wajar dalam setiap IPO saham. Apalagi, target dana IPO saham GoTo bernilai besar mencapai Rp 17,9 triliun ditambah stabilisasi pasar (green shoe) senilai Rp 2,69 triliun.

“Wajar perpanjangan bookbuilding tersebut, jika melihat target dana IPO saham GoTo yang sangat besar mencapai Rp 20,69 triliun, IPO saham dan green shoe,” terangnya di Jakarta, Senin (22/3).

Terkait program saham Gotog Royong, dia mengatkan, berdasarkan prospektus saham tersebut akan dieksekusi kepada 600.000 mitra GoTo terpilih. Jumlah saham yg diberikan 919 juta unit. “Dari sisi CSR, sangat diapreasiasi atas pemberian saham kepada mitra tersebut,” terangnya.

Program Saham Gotong Royong diperuntukan bagi pelanggan loyal dari GoTo. Untuk konsumen Gojek, yang bisa ikut program ini adalah konsumen yang memiliki status 'Juragan' dan 'Anak Sultan'. Selanjutnya, para merchant Gojek, Gobiz, dan Tokopedia yang terpilih juga diundang untuk mengikuti program ini.

Para pelanggan terpilih tersebut akan mendapatkan informasi dari masing-masing platform, baik Gojek dan Tokopedia, untuk mengikuti program ini. Di dalamnya, terdapat sejumlah syarat dan cara melakukan pemesanan.

Bagi yang belum memiliki rekening sekuritas diwajibkan untuk membuka terlebih dahulu di salah satu dari sekuritas, yakni Indo Premier Sekuritas, Trimegah Sekuritas Indonesia, dan Nilai Inti Sekuritas. Selain itu, para pelanggan juga diminta untuk membuka RDN dari bank yang bekerja sama dengan sekuritas tersebut.

Setelah rekening sekuritas dan RDN, proses pemesanan bisa dilakukan melalui website e-ipo.co.id. Jangan lupa masukan dana yang akan digunakan untuk membeli saham IPO GoTo ke RDN

Langkah Pemesanan

Sementara itu, investor yang berniat ikut membeli saham GoTo dapat melakukan pemesanan secara elektronik. Berikut tahapan pemesanan secara elektronik (e-ipo). Pertama, pemodal dapat membuka laman e-ipo.co.id. Pilih menu Register, masukkan alamat email aktif, pilih tipe investor, isi data yang diminta, buka email dan klik alamat website yang dikirim di email masuk untuk melakukan autentikasi, masukkan kode OTP, serta setelah melakukan registrasi akun, klik Login dan masukkan email dan password.

Langkah selanjutnya, investor dapat memilih GoTo dan klik Info lebih lanjut, klik pesan dan pilih broker pilihan di kolom participant, masukkan harga dan jumlah lot yang diinginkan, isi kode OTP yang dikirim ke nomor ponsel yang sudah terdaftar, klik Simpan pesanan, dan pesanan akan tersimpan dan tunggu proses verifikasi pesanan oleh partisipan sistem.

Sebelumnya, manajemen GoTo menggelar IPO dengan menerbitkan sedikitnya 48 miliar saham baru dan dapat ditingkatkan menjadi 52 miliar saham. Harga saham perdana ditawarkan di rentang harga Rp 316 hingga Rp 346 per saham, sehingga target raihan dana Rp 16,43 triliun sampai Rp 17,99 triliun.

Dalam IPO ini, GoTo menggunakan opsi untuk menerapkan skema stabilisasi harga saham, yang dikenal sebagai skema greenshoe. Tersedianya opsi ini ikhtiar emiten untuk menjaga stabilnya pergerakan harga saham pasca-IPO.

Aturan green shoe diatur dalam Peraturan Bapepam-LK No.XI.B.4 tentang Stabilisasi Harga Saham dalam Rangka Penawaran Umum Perdana (IPO). Aturan ini membatasi pembelian saham dalam rangka stabilisasi hanya bisa dilakukan maksimal 15% dari saham IPO dengan jangka waktu maksimal 30 hari.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia