Jumat, 15 Mei 2026

Saham ‘Greenshoe’ GoTo akan Dilepas Lewat Private Placement, Siapa Investornya?

Penulis : Thresa Sandra Desfika
23 Mar 2022 | 08:30 WIB
BAGIKAN
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. Foto: Perseroan
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. Foto: Perseroan

JAKARTA, investor.id – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menawarkan sebanyak-banyaknya 52 miliar saham seri A yang seluruhnya merupakan saham baru dan dikeluarkan dari portepel emiten dengan nilai nominal Rp 1 per saham yang mewakili sebanyak-banyaknya 4,35% dari modal ditempatkan dan disetor emiten setelah penawaran umum perdana saham.

Harga penawarannya berkisar Rp 316-346 setiap saham. Sehingga, jumlah seluruh nilai penawaran umum perdana saham adalah sebanyak-banyaknya sebesar Rp 17,99 triliun.

Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek adalah PT Indo Premier Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. Sementara, penjamin emisi efek adalah PT CIMB Niaga Sekuritas dan PT Nilai Inti Sekuritas.

Sehubungan dengan penawaran umum perdana ini, GoTo bersama-sama penjamin emisi efek berencana untuk melakukan stabilisasi harga dengan menerapkan opsi penjatahan lebih yang bukan merupakan bagian dari penyesuaian kelebihan pemesanan saham penjatahan terpusat sebagaimana diatur dalam POJK No. 41/2020 dan SEOJK No. 15/2020.

ADVERTISEMENT

Pelaksanaan opsi penjatahan lebih atau ‘Greenshoe’ ini hanya dapat dilakukan dalam hal jumlah pemesanan saham melebihi jumlah saham yang ditawarkan kepada masyarakat.

Dalam prospektus terbaru GoTo dijelaskan bahwa dalam hal jumlah pemesanan saham melebihi jumlah saham yang ditawarkan kepada masyarakat, GoTo memberikan opsi penjatahan lebih kepada penjamin pelaksana emisi yang memberikan hak kepada penjamin pelaksana emisi efek untuk melakukan penjatahan lebih sampai dengan 7,8 miliar saham seri A dari saham treasuri GoTo.

Penjamin pelaksana emisi efek selanjutnya akan menawarkan saham tambahan tersebut dengan metode penawaran terbatas (private placement) di mana pemasaran saham treasuri akan dilakukan kepada tidak lebih dari 100 pihak dan penjualan saham treasuri akan dilakukan dengan tidak lebih dari 50 pihak.

Pada masa penawaran umum, penjamin pelaksana emisi efek akan mengirimkan trade confirmation kepada para investor untuk mengkonfirmasi kesepakatan jumlah saham yang akan dibeli dan harga di mana harga tersebut sama dengan harga penawaran.

Pada tanggal pencatatan, segera setelah saham emiten tercatat pada Bursa Efek Indonesia (BEI), investor dan emiten akan melakukan transaksi penjualan saham melalui BEI di pasar negosiasi. Dana hasil penjualan, setelah dikurangi biaya transaksi penjualan (komisi broker, biaya transaksi BEI, PPN, dan PPh), akan diterima dalam rekening dana nasabah (RDN) milik emiten di perusahaan efek yang bertindak sebagai agen stabilisasi, yakni PT CGS-CIMB Sekuritas Indonesia.

Dana yang diperoleh dari penjualan saham tambahan tersebut selanjutnya akan digunakan untuk melakukan stabilisasi harga melalui pembelian saham di pasar sekunder oleh GoTo melalui agen stabilisasi untuk mengupayakan agar harga saham tidak menjadi lebih rendah dari harga penawaran.

Emiten akan memberikan kuasa kepada agen stabilisasi untuk melakukan pembelian saham emiten di pasar sekunder dalam rangka stabilisasi harga dengan menggunakan dana yang terdapat pada RDN milik emiten.

Segera setelah saham GoTo tercatat pada BEI, agen stabilisasi akan melakukan transaksi pembelian saham di pasar sekunder melalui pasar reguler bila harga pasar saham emiten berada pada atau di bawah harga penawaran.

Harga pelaksanaan pembelian saham di pasar sekunder dalam rangka stabilisasi harga tidak dapat melebihi harga penawaran. Pelaksanaan stabilisasi harga akan dilakukan selama periode stabilisasi, yaitu sejak tanggal pencatatan dan berakhir pada tanggal yang jatuh pada 30 hari kalender sejak tanggal pencatatan atau tanggal di mana emiten melalui agen stabilisasi telah membeli melalui BEI jumlah keseluruhan sebesar 7,8 miliar saham seri A.

Saham yang dibeli di pasar sekunder akan diselesaikan dengan menggunakan dana hasil penjualan saham treasuri yang terdapat pada RDN emiten dan disimpan pada sub rekening efek atas nama emiten. Pada akhir periode stabilisasi, emiten dapat menerima saham yang dibeli di pasar sekunder, atau saham yang dibeli di pasar dan sisa dana stabilisasi, atau dana stabilisasi apabila agen stabilisasi tidak melaksanakan stabilisasi harga.

Siapa Pahlawannya?

Sementara itu, mantan Direktur Utama Bursa Efek Jakarta Hasan Zein Mahmud menilai sejumlah dilema dalam IPO GoTo. Salah satunya terkait ‘Greenshoe’ dan stabilisasi dalam satu paket. Greenshoe sendiri sebenarnya menandakan fenomena oversubscribed. Sedangkan, stabilisasi umumnya terjadi pada IPO yang undersubscribed.

“Skenarionya begini, Greenshoe ditawarkan lewat private placement. Duitnya digunakan untuk berjaga jaga kalau dalam kurun waktu 30 hari harga jatuh di bawah harga penawaran,” ungkap Hasan Zein dalam ulasannya dikutip Rabu (23/3/2022).

Menurut dia, hal itu agak aneh karena jika IPO oversubscribed, umumnya harga di pasar sekunder akan naik sehingga tidak perlu stabilisasi. “Kalau undersubscribed, harga cenderung turun, lalu siapa yang jadi pahlawan membeli Greenshoe?” papar dia.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia