Kamis, 14 Mei 2026

Minat Investor Tinggi, IPO Saham GoTo Berpotensi Oversubscribed

Penulis : Parluhutan Situmorang
25 Mar 2022 | 17:09 WIB
BAGIKAN
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Foto: Ist
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Foto: Ist

JAKARTA, Investor.id - Permintaan saham perdana PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) diprediksi mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed). Tingginya permintaan saham didukung atas basis pelanggan perseroan yang sangat besar dan posisi perseroan sebagai decacorn terbesar di Indonesia.

Kepala Riset Praus Capital Alfred Nainggolan mengatakan, jika data permintaan saham GoTo yang masuk selama bookbuilding mencapai Rp 15,75 triliun di rentang harga Rp 336 – 340 per saham, maka potensi terjadinya kelebihan pemesanan (oversubscribed ) sangat terbuka dengan asumsi target dana maksimal Rp 17,99 triliun. Aplagi saham perseroan belum ditawarkan secara masif ke investor asing.

“Antusias investor yang tinggi terhadap saham perseroan ditopang layanan GoTo yang banyak digunakan oleh masyarakat. Misalnya, GoTo memiliki 2,5 juta pengemudi, 14 juta mitra pedagang, dan 55 juta lebih pengguna aplikasi. Hal ini tentu menjadi basis investor perseroan yang kuat untuk menjual sahamnya,” terangnya di Jakarta, Jumat (25/3/2022).

Tidak hanya itu, dia menguraikan, pasca IPO, saham GoTo bakal menempati urutan ke-4 emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di bawah BBCA, BBRI, dan TLKM. Masuknya GoTo ke dalam top-5 market cap akan mengubah komposisi indeks.

ADVERTISEMENT

“Hal ini tentu akan membuat portofolio, misalnya reksa dana, yang memiliki acuan indeks mau tidak mau harus melakukan penyesuaiaan dengan mamasukan GoTo ke dalam portofollio. Hal ini bisa juga mendorong pembelian saham GoTo di pasar,” terangnya.

Investor Ritel
Sementara itu, Direktur Utama Ajaib Sekuritas Asia Anna Lora menyebutkan, dalam kurun waktu periode bookbuilding, Ajaib mencatatkan tingginya antusiasme investor, khususnya investor ritel, terhadap saham perdana GoTo.

“Keputusan perseroan memperpanjang bookbuilding saham GoTo memberikan waktu memadai bagi investor untuk memahami mekanisme pemesanan saham dan mempertimbangkan keputusan investasi dengan baik,” terangnya.

Ajaib mencatat jumlah pemesanan saham perdana GoTo melalui aplikasi Ajaib mencapai puluhan ribu investor dan terus meningkat. Momen IPO saham GoTo sebagai perusahaan decacorn terbesar di Indonesia menjadi salah satu faktor yang dapat mendorong pasar modal Indonesia lebih maju dan akan berdampak positif terhadap iklim startup IPO di Indonesia ke depan.

“Masuknya GoTo ke bursa saham diharapkan mendorong kemajuan ekosistem teknologi dan digital di Indonesia. Tercatatnya GoTo di Bursa Efek Indonesia (BEI) juga diharapkan akan mendorong lebih banyak perusahaan startup dan unicorn lain di Indonesia untuk masuk ke pasar modal Indonesia,” katanya.

Kertertarikan investor terhadap saham GoTo, ungkap dia, juga didukung atas jaringan ekosistem, model, dan pertumbuhan bisnis yang ditawarkan ke depan. Apalagi kini, GoTo merupakan satu-satunya perusahaan di kawasan Asia Tenggara yang menawarkan layanan on-demand services, e-commerce, dan financial technology services yang berskala besar dan terintegrasi di dalam satu ekosistem.

Harga IPO

GoTo disebut telah menetapkan harga IPO Rp 338 per saham. Bloomberg dalam laporannya, Jumat (25/3/2022), menyebutkan harga tersebut berasal dari sumber yang tak mau disebutkan namanya. Dijelaskan juga bahwa harga penawaran itu berada sedikit lebih tinggi dari nilai tengah bookbuilding yang berkisar Rp 316-346 per saham. Sedangkan total saham GoTo yang bakal dilepas sebanyak 52 miliar saham baru seri A.

Beredar rumor di kalangan pelaku pasar sebelumnya yang menyebutkan GoTo menetapkan harga saham perdana di antara Rp 336 – 340 per saham. Harga ini merupakan pilihan terbaik di antara rentang bookbuilding Rp 316 - 346. “Informasinya pemesanan saham di kisaran harga Rp 336-340 per saham mencapai Rp 15,75 triliun,” ujar sumber ini.

Menurut analis yang mengetahui proses ini, bookbuilding GoTo mungkin saja mencapai oversubscribed, jika menggunakan acuan harga terendah, yakni Rp 316 per saham. Pasalnya, banyak investor yang melakukan pemesanan di harga tersebut.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 1 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia