Kinerja Wika Beton (WTON) bakal Lebih Cerah? Ini Penopangnya
JAKARTA, investor.id – PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) memproyeksikan kinerja pada 2022 akan lebih cerah dibandingkan tahun sebelumnya. Salah satu penopangnya adalah menggeliatnya prospek pasar konstruksi yang diperkirakan tahun ini nilainya mencapai Rp 107,15 triliun.
“Perseroan siap berpartisipasi membangun Ibu Kota Negara (IKN) dengan membidik proyek-proyek yang telah menjadi keahlian di antaranya proyek smelter, konstruksi jalan, pusat-pusat industri dan ekonomi lainnya," kata Direktur Utama Wika Beton Hadian Pramudita dalam keterangan tertulis, yang dikutip pada Minggu (27/3/2022).
WTON, tutur Hadian, siap menyambut setiap potensi yang terbuka. Sebab sejak tahun lalu, perseroan sudah mulai melakukan berbagai pengembangan, salah satunya jasa ready mix yang akan mendukung pengembangan usaha pada 2022.
Karena itu, anak usaha PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) ini berekspektasi dapat meraih setiap target yang telah dicanangkan di RKAP. Caranya, perseroan akan lebih berkonsentrasi melakukan pendekatan kepada pelanggan yang menawarkan nilai omzet tinggi, termasuk fokus menjaga arus kas.
Perseroan pun optimistis bahwa 2022 akan menjadi tahun titik balik pelaksanaan proyek-proyek yang sempat tertunda. Lebih dari itu, Hadian juga meyakini, resiliensi WTON yang telah bertahan di masa-masa sulit akibat pandemi akan menjadi kekuatan tersendiri bagi perusahaan.
"Dengan expertise yang dimiliki dan reputasi yang terbentuk, perseroan siap menghadapi 2022 dengan kinerja yang lebih gemilang," pungkas Hadian.
Sebagai informasi, hingga Desember 2021, WTON berhasil merealisasikan kontrak baru senilai Rp 5,21 triliun. Beberapa proyek yang menjadi penyumbang terbesar yaitu sektor infrastruktur 67,93%, sektor properti 17,63%, sektor energi 11,23%, dan lainnya berasal dari sektor industri serta pertambangan yang masing-masing menyumbang 2,53% dan 0,58%.
Proyek-proyek tersebut di antaranya Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Manyar Smelter Nikel, Kawasan Industri Terpadu Batang, Pembangunan Sinyal dan Telekomunikasi Jalur Ganda Rel antara Mojokerto Sepanjang Lintas Surabaya-Solo, RKEF Smelter Nikel, Bandara Internasional Kediri, Tanggul Pengaman Pantai NCICD, Tol Serpong-Balaraja, Pengaman Muara Sungai Bogowonto dan RDMP Balikpapan.
Dari kinerja tersebut, WTON mencatatkan pendapatan usaha sepanjang 2021 sebesar Rp 4,31 triliun, menurun 10,21% dibandingkan perolehan tahun sebelumnya sebesar Rp 4,80 triliun. Pendapatan usaha sebagian besar berasal dari kontribusi dari segmen beton yang mencapai 84,81% terhadap pendapatan usaha secara keseluruhan.
Sementara itu, dari sisi laba tahun berjalan, perseroan membukukan sebesar Rp 81,43 miliar atau menurun 33,87% dibandingkan dengan perolehan 2020 sebesar Rp 123,15 miliar. Sedangkan total aset perseroan pada tahun lalu mengalami peningkatan 4,93% menjadi Rp 8,93 triliun dibandingkan tahun sebelumnya Rp 8,51 triliun.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi
Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas AntamDPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah
Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.Ujian Berat bagi Saham BUMI
Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatDuit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Tag Terpopuler
Terpopuler




