Jumat, 15 Mei 2026

Lock Up Berakhir, Begini Prediksi Nasib Saham Bukalapak (BUKA)

Penulis : Harso Kurniawan
28 Mar 2022 | 09:00 WIB
BAGIKAN
PT Bukalapak.com Tbk.
PT Bukalapak.com Tbk.

JAKARTA, Investor.id – Saham PT Bukalapak.com (BUKA) dinilai dalam bahaya, seiring habisnya periode larangan menjual saham (lock up) untuk investor strategis hari ini, Senin (28/3/2022). Sebab, pemodal strategis memiliki sekitar 23% saham Bukalapak, yang bisa dilepas begitu masa penguncian berakhir.

Perinciannya, tulis Bahana Sekuritas dan Daiwa, perusahaan modal ventura memegang 12% saham BUKA, sedangkan nonpendiri, karyawan, dan nonmanajemen sebesar 11%. Mereka bisa menahan atau menjual semua saham yang dipegang, sehingga volatilitas saham Bukalapak bakal tinggi dalam jangka pendek.

Selain itu, demikian Bahana dan Daiwa, ada risiko lain di saham BUKA, yakni laporan keuangan tahun buku 2021 bisa di bawah ekspektasi analis. Keadaan ini diperparah oleh tren menurun saham teknologi di bursa dunia, yang membuat valuasi saham-saham teknologi ambles.

ADVERTISEMENT

Saham BUKA juga turut terseret. Sepanjang tahun ini, saham Bukalapak turun 27%. Alhasil, kapitalisasi pasar Bukalapak di Bursa Efek Indonesia (BEI) tinggal Rp 31,7 triliun, turun tajam dari saat listing Agustus 2021 sebesar Rp 87 triliun.

"Semua faktor itu membuat saham Bukalapak saat ini tidak menarik," tulis Bahana dan Daiwa dalam laporan riset, belum lama ini.

Bahana mempertahankan rekomendasi hold saham BUKA. Namun, target harga dipangkas menjadi Rp 322 dari Rp 510. Pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia, akhir pekan lalu, saham BUKA turun 6,6% ke level Rp 308.


 

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia