Jumat, 15 Mei 2026

Bakal Ampuhkah Greenshoe Jaga Stabilitas Harga Saham GoTo?

Penulis : Thresa Sandra Desfika
28 Mar 2022 | 08:59 WIB
BAGIKAN
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. Foto: Perseroan
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. Foto: Perseroan

JAKARTA, investor.id – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) siap melaksanakan penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) sebanyak 52 miliar saham yang rencananya mulai 1-5 April 2022 mendatang. Sedangkan, perkiraan tanggal pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 7 April 2022.

Bersamaan dengan penawaran umum perdana ini, GoTo dan penjamin emisi efek berencana untuk melakukan stabilisasi harga dengan menerapkan opsi penjatahan lebih. Pelaksanaan opsi penjatahan lebih atau Greenshoe hanya dapat dilakukan dalam hal jumlah pemesanan saham melebihi jumlah saham yang ditawarkan kepada masyarakat.

Dalam prospektus terbaru GoTo dijelaskan bahwa dalam hal jumlah pemesanan saham melebihi jumlah saham yang ditawarkan kepada masyarakat, GoTo memberikan opsi penjatahan lebih kepada penjamin pelaksana emisi yang memberikan hak kepada penjamin pelaksana emisi efek untuk melakukan penjatahan lebih sampai dengan 7,8 miliar saham seri A dari saham treasuri GoTo.

ADVERTISEMENT

Kemudian, segera setelah saham GoTo tercatat pada BEI, agen stabilisasi akan melakukan transaksi pembelian saham di pasar sekunder melalui pasar reguler bila harga pasar saham emiten berada pada atau di bawah harga penawaran.

Harga pelaksanaan pembelian saham di pasar sekunder dalam rangka stabilisasi harga tidak dapat melebihi harga penawaran. Pelaksanaan stabilisasi harga akan dilakukan selama periode stabilisasi, yaitu sejak tanggal pencatatan dan berakhir pada tanggal yang jatuh pada 30 hari kalender sejak tanggal pencatatan atau tanggal di mana emiten melalui agen stabilisasi telah membeli melalui BEI jumlah keseluruhan sebesar 7,8 miliar saham seri A.

Pengamat yang juga Sekretaris Jenderal Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) Reza Priyambada menjelaskan, GoTo ini menyiapkan opsi Greenshoe sebagai upaya untuk menjaga stabilitas harga di 30 hari pertama perdagangan di BEI.

Reza menuturkan, upaya stabilisasi harga nantinya oleh agen stabilitas yang sudah ditunjuk GoTo akan dilakukan secara bertahap melihat pergerakan perdagangan.

Greenshoe bisa seberapa kuat maintenance supaya tidak turun? Kalau volume jualnya lebih tinggi dibandingkan dengan volume beli atau volume yang dipakai untuk maintenance itu lebih rendah dibandingkan volume jual, ya maka kestabilan harga bisa terganggu,” papar Reza kepada Investor Daily, Minggu (27/8/2022).

Dia mengibaratkan, Greenshoe itu sebagai peluru kendali yang akan dipakai saat harga saham GoTo turun dalam sehingga diharapkan tak makin terperosok.

Sementara itu, Head of Market Research Infovesta Utama, Wawan Hendrayana berpendapat, pada awal perdagangan di BEI nanti, saham GoTo juga bisa dipastikan terjaga karena memiliki skema Greenshoe dengan cakupan 15% saham akan dibeli bila harganya turun di bawah harga IPO.

“Tetapi sekali lagi, skema Greenshoe ini ada batasnya. Dia cuma meng-cover 15% sampai kalau lebih dari itu ya jebol juga, artinya bisa turun di bawah harga IPO,” tegas Wawan. (C02)

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia