Jumat, 15 Mei 2026

Provident CapitalSerahkan Penguasaan HLNke Merdeka Copper Gold (MDKA) Senilai Rp 5,35 Triliun

Penulis : Lona Olavia
28 Mar 2022 | 17:06 WIB
BAGIKAN
Area kegiatan penambangan emas BSI di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur di Surabaya, Rabu (19/2/2020).Foto:Istimewa
Area kegiatan penambangan emas BSI di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur di Surabaya, Rabu (19/2/2020).Foto:Istimewa

JAKARTA, investor.id - Pengendali PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yaitu PT Provident Capital Indonesia akan menyerahkan penguasaan PT Hamparan Logistik Nusantara (HLN) kepada PT Batutua Tambang Abadi (BTA) salah satu anak usaha MDKA. Dalam aksi korporasi ini, BTA akan mengambil bagian saham baru yang diterbitkan HLN dengan jumlah mencapai 55,67% dari modal ditempatkan dan disetor penuh atau senilai Rp 5,359 triliun.

Aksi korporasi ini sah setelah perseroan menandatangani suatu perjanjian pengambilan bagian saham bersyarat dengan HLN dan juga PCI yang berlaku efektif pada Kamis (24/04/2022) lalu.

Berdasarkan keterbukaan informasi BEI, Senin (28/03/2022) tercantum bahwa transaksi dilakukan sebagai salah satu langkah strategis BTA yang diharapkan dapat memberikan nilai tambah dan manfaat ekonomis bagi BTA.

ADVERTISEMENT

“Dengan demikian, apabila seluruh persyaratan dan kondisi dalam transaksi telah terpenuhi, perseroan diharapkan dapat meningkatkan laba dan kinerja keuangannya di masa yang akan datang, yang mana hal ini akan memberikan dampak positif bagi grup perseroan,” tulis manajemen.

Perusahaan yang salah satu kegiatan usahanya menjalankan kegiatan dari perusahaan holding, HLN baru-baru ini telah menyelesaikan akuisisi kepemilikan di PT J&P Indonesia (JPI) dan PT Jcorps Industri Mineral (JIM) dari PT JCorp Cahaya Semesta, di mana HLN memiliki 95,3% saham di JPI dan 99,9% saham di JIM. Aset-aset akuisisi terdiri dari berbagai investasi JPI dan JIM.

Secara rinci, JPI mengendalikan 51% saham di PT Sulawesi Cahaya Mineral, yang memegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) untuk salah satu sumber daya nikel terbesar di dunia yang belum berkembang. Selain itu, memiliki saham minoritas di dua pabrik nikel Rotary Klin-Electric Furnace (RKEF) yang beroperasi, yaitu 49% di PT Cahaya Smelter Indonesia dan 28,4% di PT Bukit Smelter Indonesia.

Selain itu, JIM memegang berbagai saham mayoritas di perusahaan-perusahaan yang memiliki IUP Batugamping dan proyek pembangkit listrik tenaga air. JIM juga memegang saham minoritas, yaitu 32% saham dari Indonesia Konawe Industrial Park.

Adapun ketiga perusahaan tersebut bersifat hubungan afiliasi. Di mana, BTA merupakan perusahaan terkendali yang sahamnya dimiliki oleh MDKA secara langsung sebesar 99,5%. Lalu, terdapat kesamaan anggota dewan komisaris BTA dengan anggota direksi perseroan. PCI juga merupakan salah satu pengendali perseroan melalui kepemilikan saham secara tidak langsung melalui PT Mitra Daya Mustika dan PT Suwarna Arta Mandiri. Serta, terdapat kesamaan anggota direksi PCI dengan anggota direksi perseroan. HLN pun merupakan afiliasi dari PCI.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 43 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia