Jumat, 15 Mei 2026

WIKA akan Bangun Laboratorium PLTS Terbesar di Indonesia

Penulis : Muawwan Daelami
28 Mar 2022 | 20:08 WIB
BAGIKAN
Salah satu proyek Wijaya Karya (WIKA). Foto: BeritaSatuPhoto/Defrizal
Salah satu proyek Wijaya Karya (WIKA). Foto: BeritaSatuPhoto/Defrizal

JAKARTA, investor.id – PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) meraih kontrak baru untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Pontianak, Kalimantan Barat. PLTS ini bakal menjadi pusat riset EBT pertama dan laboratorium terbesar di Indonesia.

PLTS berkapasitas 1,5 MWp tersebut akan dibangun di Universitas Tanjungpura (Untan) dan diproyeksikan menjadi pusat riset EBT pertama di Kalimantan sekaligus laboratorium PLTS terbesar di Indonesia untuk mendukung ketahanan energi bersih di IKN.

Direktur Operasi II WIKA Harum Akhmad Zuhdi menyampaikan bahwa pembangunan PLTS di areal kampus akan menjadi laboratorium pembelajaran bagi praktisi akademis dan mahasiswa dalam mengenal proses kerja PLTS. Lebih dari itu, PLTS tersebut juga akan membangkitkan tenaga listrik di lingkungan kampus melalui energi bersih.

ADVERTISEMENT

"Dengan demikian, civitas akademis Untan dapat berkontribusi lebih dalam pengembangan produk dan memperluas pemanfaatan produk PLTS di Tanah Air," kata Zuhdi dalam keterangan tertulis, Senin (28/3/2022).

Berkolaborasi dengan PT Surya Utama Nuansa (SUN Energy), emiten konstruksi pelat merah tersebut bakal menggunakan  produk Wika Industri dan Energi (Winner) berupa solar panel Wika Photovoltaic dalam pembangunan PLTS.

Selain di Untan, PT Wijaya Karya Tbk juga menggandeng PT Surya Utama Nuansa atau SUN Energy dalam mewujudkan pembangunan PLTS berkapasitas 0,5 MWp di Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Jawa Timur.

Menurut Harum, sebagai BUMN yang memiliki pengalaman panjang dan portofolio luas di bidang pembangkit listrik, WIKA terus mendukung dan fokus pada pengembangan produk EBT sebagai energi masa depan. Terlebih, secara bersamaan, ITN Malang juga ingin meningkatkan intensitas riset dan inovasi di bidang EBT.

"Atas dasar itulah, PLTS di ITN Malang ini berhasil direalisasikan di atas lahan seluas setengah hektar yang sekaligus menjadikannya sebagai laboratorium PLTS di lingkungan kampus terbesar pertama di Jawa," urai Harum.

Sebelum membangun PLTS di ITN Malang dan Untan, WIKA Group telah membangun PLTS ITERA Lampung berkapasitas 1 WMp dan PLTS HKBP Nommensen (UHN) di Medan, Sumatera Utara dengan kapasitas 0,823 MWp.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 14 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 25 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 29 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia