Jumat, 15 Mei 2026

Capai Titik Terendah, Saham Unilever (UNVR) Saatnya Rebound

Penulis : Parluhutan Situmorang
30 Mar 2022 | 14:09 WIB
BAGIKAN
Aktivitas karyawan sekuritas di depan monitor pergerakan saham. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR
Aktivitas karyawan sekuritas di depan monitor pergerakan saham. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

JAKARTA, Investor.id - Kinerja saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) tercatat terburuk kedua setelah PT Mayora Indah Tbk (MYOR) untuk emiten sektor barang konsumsi dalam 10 tahun terakhir. Bahkan, harga saham UNVR telah mencapai titik terendah dalam lima tahun terakhir.

BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan saham UNVR kini ditransaksikan dengan perkiraan PE 21,4 kali atau jauh di bawah perusahaan sejenis yang ditransaksikan dengan PE sekitar 23,9 kali. Apalagi perseroan menawarkan imbal hasil dividen yang cukup menggiurkan mencapai 4,5%.

“Kami menilai saham UNVR sudah mencapai level terendahnya, sehingga terbuka peluang penguatan. Hal ini mendorong kami menaikkan rekomendasi saham UNVR menjadi beli dengan target harga Rp 4.300 per saham. Target harga tersebut merefleksikan pemulihan kinerja keuangan perseroan tahun ini,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas Natalia Sutanto.

ADVERTISEMENT

Terkait prospek kinerja keuangan, dia mengatakan, didukung atas terlepasnya Indonesia dari jeratan pandemi Covid-19 yang berdampak terhadap mulai normalnya mobilitas warga dan ekonomi pulih tahun ini. Faktor tersebut diharapkan berimbas terhadap kinerja keuangan dan pergerakan harga saham UNVR sepanjang tahun ini.

Terkait kenaikan harga bahan baku, dia mengatakan, perseroan diprediksi dapat mengantasinya dengan menaikkan harga jual bersamaan dengan efisiensi. Kenaikan harga jual bisa saja ditempuh, seiring dengan peningkatan permintaan di tengah pemulihan ekonomi.

Berbagai faktor tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas menargetkan kenaikan laba bersih Unilever menjadi Rp 6,01 triliun tahun 2022, dibandingkan perolehan tahun lalu senilai Rp 5,75 triliun. Pendapatan perseroan juga diprediksi naik menjadi Rp 41,18 triliun tahun 2022, dibandingkan raihan tahun 2021 Rp 39,54 triliun.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 13 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 24 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 28 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia