Capai Titik Terendah, Saham Unilever (UNVR) Saatnya Rebound
JAKARTA, Investor.id - Kinerja saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) tercatat terburuk kedua setelah PT Mayora Indah Tbk (MYOR) untuk emiten sektor barang konsumsi dalam 10 tahun terakhir. Bahkan, harga saham UNVR telah mencapai titik terendah dalam lima tahun terakhir.
BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan saham UNVR kini ditransaksikan dengan perkiraan PE 21,4 kali atau jauh di bawah perusahaan sejenis yang ditransaksikan dengan PE sekitar 23,9 kali. Apalagi perseroan menawarkan imbal hasil dividen yang cukup menggiurkan mencapai 4,5%.
“Kami menilai saham UNVR sudah mencapai level terendahnya, sehingga terbuka peluang penguatan. Hal ini mendorong kami menaikkan rekomendasi saham UNVR menjadi beli dengan target harga Rp 4.300 per saham. Target harga tersebut merefleksikan pemulihan kinerja keuangan perseroan tahun ini,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas Natalia Sutanto.
Terkait prospek kinerja keuangan, dia mengatakan, didukung atas terlepasnya Indonesia dari jeratan pandemi Covid-19 yang berdampak terhadap mulai normalnya mobilitas warga dan ekonomi pulih tahun ini. Faktor tersebut diharapkan berimbas terhadap kinerja keuangan dan pergerakan harga saham UNVR sepanjang tahun ini.
Terkait kenaikan harga bahan baku, dia mengatakan, perseroan diprediksi dapat mengantasinya dengan menaikkan harga jual bersamaan dengan efisiensi. Kenaikan harga jual bisa saja ditempuh, seiring dengan peningkatan permintaan di tengah pemulihan ekonomi.
Berbagai faktor tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas menargetkan kenaikan laba bersih Unilever menjadi Rp 6,01 triliun tahun 2022, dibandingkan perolehan tahun lalu senilai Rp 5,75 triliun. Pendapatan perseroan juga diprediksi naik menjadi Rp 41,18 triliun tahun 2022, dibandingkan raihan tahun 2021 Rp 39,54 triliun.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now


