Jumat, 15 Mei 2026

Rusia Tawarkan Buyback Eurobond US$ 2 Miliar dalam Rubel

Penulis : Grace El Dora
30 Mar 2022 | 17:10 WIB
BAGIKAN
Seorang wanita berjalan melewati tanda-tanda yang menunjukkan arah ke Donetsk dan Luhansk, wilayah separatis Ukraina, sebagai bagian dari apa yang disebut 'instalasi rakyat untuk tentara Rusia', dibuat oleh penduduk di halaman belakang gedung apartemen di Podolsk, luar wilayah Moskow, pada 28 Maret 2022. (FOTO: YURI KADOBNOV / AFP)
Seorang wanita berjalan melewati tanda-tanda yang menunjukkan arah ke Donetsk dan Luhansk, wilayah separatis Ukraina, sebagai bagian dari apa yang disebut 'instalasi rakyat untuk tentara Rusia', dibuat oleh penduduk di halaman belakang gedung apartemen di Podolsk, luar wilayah Moskow, pada 28 Maret 2022. (FOTO: YURI KADOBNOV / AFP)

LONDON, investor.id – Pemerintah Rusia telah menawarkan untuk membeli kembali obligasi dolar yang jatuh tempo minggu depan dalam rubel. Langkah ini dilihat oleh para analis akan membantu pemegang lokal dari obligasi pemerintah senilai US$ 2 miliar untuk menerima pembayaran, sementara juga meringankan beban pembayaran mata uang negara itu.

Kementerian Keuangan Rusia menawarkan Eurobonds jatuh tempo pada 4 April 2022, pembayaran utang terbesar Rusia tahun ini. Ini mengikuti langkah-langkah Barat untuk memperketat sanksi terhadap Rusia atas serangan ke Ukraina dan untuk membekukan negara itu keluar dari keuangan internasional.

Pemerintah Rusia, yang menyebut tindakannya di Ukraina sebagai operasi militer khusus, mengatakan bahwa tindakan Barat sama dengan perang ekonomi. Sebagai tanggapan, pihaknya memperkenalkan tindakan pencegahan dan menuntut perusahaan asing membayar gas Rusia dalam rubel dan bukan dolar atau euro.

ADVERTISEMENT

Obligasi, yang diterbitkan pada 2012, akan dibeli dengan harga yang setara dengan 100% dari nilai nominalnya, kata kementerian itu dalam pernyataannya. Membeli kembali obligasi akan mengurangi ukuran keseluruhan dari obligasi yang beredar saat jatuh tempo pada 4 April 2022.

Namun, belum jelas apakah jumlah yang akan dibeli kembali oleh pemerintah dibatasi atau apa yang akan terjadi pada kepemilikan kreditur yang tidak mau menawarkan obligasinya.

Pembayaran dalam Dolar

Persyaratan obligasi menentukan bahwa pembayaran harus dilakukan dalam dolar Amerika Serikat (AS), kata laporan Reuters. Membayar pada saat jatuh tempo dalam rubel mungkin sekali lagi akan meningkatkan prospek gagal bayar eksternal pertama Rusia dalam satu abad.

Analis dan investor mengatakan langkah itu kemungkinan dirancang untuk membantu pemegang saham Rusia yang sekarang menghadapi pembatasan, dalam menerima pembayaran dolar.

“Ini adalah tender offer dan bukan keputusan akhir bahwa obligasi ini akan dibayar dalam rubel. Mungkin, otoritas Rusia ingin mengukur kesediaan investor untuk menerima pembayaran dalam rubel?” kata analis kredit Seaport Global Himanshu Porwal, Rabu (30/3).

Tim Ash dari BlueBay Asset Management, yang bukan pemegang obligasi, mengatakan langkah itu adalah bagian dari perlawanan bank sentral dan kementerian keuangan Rusia untuk menangkis gagal bayar (default) dan menstabilkan pasar dan rubel.

Ash mengatakan bahwa Kantor Pengawasan Aset Asing Amerika Serikat (OFAC), yang memberlakukan sanksi AS, harus memperjelas tidak akan memperpanjang batas waktu 25 Mei 2022 bagi individu atau entitas AS untuk menerima pembayaran obligasi negara Rusia.

Kementerian Keuangan Rusia mengatakan dalam pernyataannya pada Selasa (29/3)bahwa pemegang obligasi harus mengajukan permintaan untuk menjual kepemilikan mereka ke National Settlement Depository antara 1300 GMT pada 29 Maret 2022 dan 1400 GMT pada 30 Maret 2022.

Menjamin Pembayaran

Seorang manajer dana mengatakan, tawaran kementerian mungkin dirancang untuk membantu investor Rusia mengamankan pembayaran karena Euroclear, sistem penyelesaian internasional, telah memblokir pembayaran dolar ke sistem kliring Rusia.

“Semua orang menginginkan dolar sekarang, di dalam dan di luar Rusia. Jadi saya berasumsi bahwa hanya pemegang saham lokal dan bank lokal yang memiliki masalah dengan sanksi yang akan menggunakan operasi ini,” kata Kaan Nazli, manajer portofolio di Neuberger Berman, yang baru-baru ini mengurangi eksposur utang negara Rusia.

Nazli, yang mengatakan dia belum pernah melihat pembelian kembali yang mengalihkan mata uang pembayaran, menambahkan bahwa investor asing tidak mungkin tertarik mengingat rubel bukan lagi mata uang yang dapat dikonversi.

Rubel awalnya runtuh setelah Barat memberlakukan sanksi, jatuh sebanyak 40% dari nilainya terhadap dolar AS sejak awal 2022. Sejak itu, nilai mata uang pulih dan diperdagangkan turun sekitar 10% di Moskow pada Selasa.

Kementerian Keuangan tidak memberikan rincian pemegang Eurobond 2022 asing dan Rusia. Lembaga itu tidak menanggapi permintaan tentang berapa banyak dari US$ 2 miliar yang ingin dibeli kembali atau apa yang akan terjadi jika investor menolak tawaran itu.

Obligasi tersebut memiliki masa tenggang 30 hari dan tidak ada ketentuan untuk pembayaran dalam mata uang alternatif, kata JPMorgan.

Kementerian keuangan telah mengatakan sebelumnya pada Selasa bahwa pihaknya telah membayar penuh kupon US$ 102 juta untuk Eurobond Rusia yang jatuh tempo pada 2035. Ini adalah pembayaran ketiga sejak sanksi Barat mempertanyakan kemampuan Rusia untuk membayar utang mata uang asingnya.

Pembayaran utang negara Rusia sejauh ini telah berhasil, mencegah default, meskipun sanksi telah membekukan sebagian besar cadangan devisa Moskow. Para pejabat Rusia telah mengatakan, setiap masalah dengan pembayaran yang mengarah pada deklarasi formal default hanya menjadi default buatan.

Pembayaran Rusia berikutnya adalah pada 31 Maret 2022 ketika pembayaran US$ 447 juta jatuh tempo. Pada 4 April 2022, pemerintah juga harus membayar US$ 84 juta dalam bentuk kupon obligasi dolar negara 2042.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 17 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 21 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia