Evergrande Berniat Jual Proyek Belum Rampung US$ 575 Juta
BEIJING, investor.id – Pengembang properti Tiongkok yang bermasalah, Evergrande, pada Rabu (30/3) mengatakan akan menjual sahamnya dalam pengembangan yang belum rampung di dekat Shanghai seharga US$ 575 juta. Ini dilakukan agar perusahaan mendapatkan uang tunai untuk membayar utang yang besar.
Raksasa real estat itu tenggelam dalam kewajiban US$ 300 miliar. Evergrande telah berjuang untuk membayar para pemegang obligasi dan investor, setelah tindakan keras oleh pemerintah Tiongkok yang tiba-tiba mematikan keran likuiditas.
Pada Rabu, developer tersebut mengatakan akan menjual Proyek Crystal City, zona komersial yang luas di Hangzhou, di timur luar Shanghai seharga 3,66 miliar yuan setara US$ 575 juta.
Sebagian dari hasil penjualan akan digunakan untuk membayar biaya konstruksi sebesar 920,7 juta yuan, kata perusahaan itu dalam pengajuan ke bursa saham Hong Kong.
Sisa uang tunai akan digunakan sebagai modal kerja (working capital) umum grup, tambah Evergrande.
“Masalah likuiditas grup telah mempengaruhi perkembangan dan kemajuan proyek grup,” katanya pada Rabu, dilansir dari AFP.
Pada Selasa (29/3) malam, unit Kendaraan Listrik Baru Evergrande perusahaan juga mengonfirmasi dalam pengajuan terpisah bahwa mereka berencana untuk memulai produksi massal mobil listrik pertamanya pada 22 Juni 2022.
Pada Minggu (27/3) dikatakan bahwa perusahaan akan mulai menerima pesanan untuk mobil dan membuka pusat penjualan di 15 kota besar Tiongkok, termasuk di Tianjin, Shanghai, dan Guangzhou.
Namun pengumuman tersebut tidak dapat mencegah harga saham unit jatuh hampir 10% pada Rabu, setelah melanjutkan perdagangan.
Unit bisnis mobil telah menghentikan perdagangan pada 21 Maret 2022, bersama dengan Evergrande Group dan Evergrande Property Services.
Itu terjadi ketika developer mengatakan sedang melihat bagaimana pemberi pinjaman telah mengklaim deposito lebih dari 13,4 miliar yuan untuk anak perusahaan layanan propertinya.
Tetapi dewan unit kendaraan listrik mengatakan ini terutama menyangkut perusahaan sejenis, yang memungkinkan sahamnya untuk memulai kembali perdagangan.
Evergrande mengatakan pekan lalu bahwa mereka tidak akan dapat mempublikasikan hasil audit 2021 pada akhir Maret 2022, seperti yang diharuskan oleh aturan pencatatan Hong Kong. Perusahaan menyalahkan keterlambatan rilis hasil keuangan pada pandemi Covid-19.
Perusahaan telah berulang kali mengatakan akan menyelesaikan proyek dan mengirimkannya kepada pembeli dalam upaya putus asa untuk menyelamatkan perusahaan dari utang, dan telah meminta kreditur untuk memberikan waktu kepada perusahaan.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatDuit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.Tag Terpopuler
Terpopuler

