Indo Boga Sukses (IBOS) Siap IPO, Bidik Dana Rp 160 Miliar
JAKARTA, investor.id – PT Indo Boga Sukses Tbk (IBOS) siap menyelenggarakan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) sebanyak-banyaknya 1.607.360.000 saham baru yang merupakan saham biasa atas nama dengan nilai nominal Rp 25 setiap saham.
Jumlah saham itu nantinya sebanyak-banyaknya 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan setelah penawaran umum. Harga penawaran sebesar Rp 65-100 per saham. Sehingga target dana yang diperoleh paling banyak Rp 160,736 miliar.
Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek adalah PT NH Korindo Sekuritas Indonesia dan PT Surya Fajar Sekuritas. Kegiatan usaha utama perseroan yang telah dijalankan saat ini adalah kegiatan usaha di bidang restoran dan aktivitas perusahaan holding. Perseroan berkantor pusat di Yogyakarta.
Dalam prospektus awalnya, perseroan menegaskan bahwa perseroan dapat melakukan perubahan rentang harga paling lambat tiga hari kerja sebelum batas waktu konfirmasi ada atau tidak adanya perubahan informasi atau penyampaian informasi mengenai jumlah dan harga penawaran efek, penjaminan emisi efek sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di sektor pasar modal mengenai tata cara pendaftaran dalam rangka penawaran umum.
IBOS secara bersamaan juga menerbitkan sebanyak-banyaknya 803.680.000 waran seri I yang menyertai saham baru perseroan atau sebanyak-banyaknya 12,5% dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh pada saat pernyataan pendaftaran dalam rangka penawaran umum perdana saham ini disampaikan.
Waran seri I diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham baru yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham pada tanggal penjatahan. Setiap pemegang dua saham baru perseroan berhak memperoleh satu waran seri I di mana setiap satu waran seri I memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru perseroan yang dikeluarkan dalam portepel.
Waran seri I yang diterbitkan mempunyai jangka waktu pelaksanaan selama dua tahun. Waran Seri I adalah efek yang diterbitkan oleh perseroan yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk memesan saham biasa atas nama perseroan yang bernilai nominal Rp 25 setiap sahamnya dengan Harga pelaksanaan yang ditentukan kemudian dan dapat dilakukan setelah enam bulan sejak efek dimaksud diterbitkan, yang berlaku mulai tanggal 25 Oktober 2022 sampai dengan tanggal 25 April 2024.
Seluruh dana yang diperoleh dari hasil IPO ini setelah dikurangi biaya-biaya emisi efek, seluruhnya akan digunakan sekitar 27,01% oleh perseroan untuk belanja modal dan modal kerja; sekitar 37,66% akan digunakan untuk setoran modal kepada anak usaha, yakni PT Indo Nations Harvest; sekitar 16,12% akan digunakan untuk setoran modal kepada PT Kairos Sukses Indonesia; sekitar 19,21% akan digunakan untuk setoran modal kepada PT Sofia Berkah Abadi.
Saat ini, 70,17% saham IBOS digenggam oleh PT Goldman Investindo Sedaya, PT Nuansa Kencoro Abadi menguasai 13.35%, PT Alqhaisar Sukses Abadi 7,39%, PT Markasia Investama Prima Indonesia 5%, PT Faribas Sinergi Investama 3,89%, dan PT Kreasi Global Energi 0,21%.
Berikut perkiraan jadwal IPO IBOS:
Masa penawaran awal (bookbuilding): 31 Maret 2022-6 April 2022
Tanggal efektif: 14 April 2022
Masa penawaran umum perdana saham: 19 April 2022-21 April 2022
Tanggal penjatahan: 21 April 2022
Tanggal distribusi: 22 April 2022
Tanggal pencatatan pada Bursa Efek Indonesia: 25 April 2022
Masa perdagangan waran seri I – pasar reguler dan negosiasi: 25 April 2022-22 April 2024
Masa perdagangan waran seri I – Pasar tunai: 25 April 2022-24 April 2024
Periode pelaksanaan waran seri I: 25 Oktober 2022-25 April 2024
Akhir masa berlakunya waran seri i: 25 April 2024
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler





