Harga Nikel Diprediksi Tetap Tinggi, Saham Vale (INCO) Dipertahankan Beli
JAKARTA, Investor.id - Saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) masih menyisakan potensi kenaikan harga, karena didukung oleh outlook harga komoditas nikel yang cerah sepanjang tahun ini. Outlook yang baik tersebut menjadikan kinerja keuangan perseroan mengalami tren pertumbuhan.
Hal ini mendorong RHB Sekuritas Indonesia mempertahankan rekomendasi beli saham INCO dengan target harga Rp 7.940 per saham. Target tersebut mempertimbangkan revisi naik perkiraan kinerja keuangan perseroan sepanjang 2022-2023.
Baca Juga:
Harga Jual Nikel Diprediksi Bertahan Tinggi, Bagaimana Prospek Saham Vale Indonesia (INCO)?RHB Sekuritas merevisi naik perkiraan laba bersih Vale Indonesia dari US$ 177 juta menjadi US$ 251 juta pada 2022. Sedangkan perkiraan pendapatan direvisi naik dari US$ 1,02 miliar menjadi US$ 1,19 miliar.
Begitu juga dengan perkiraan laba bersih perseroan tahun 2023 direvisi naik dari US$ 214 juta menjadi US$ 253 juta. Sedangkan perkiraan pendapatan direvisi turun dari US$ 1,21 miliar menjadi US$ 1,2 miliar.
“Kami memperkirakan harga jual nikel tetap tinggi dipengaruhi atas peningkatan tensi geopolitik, inventori yang rendah dipengaruhi sanksi terhadap Rusia, dan peningkatan permintaan,” tulis analis RHB Sekuritas Ryan Santoso dalam risetnya.
Berdasarkan data London Metal Exchange (LME) harga jual nikel telah melonjak 105% menjadi US$ 33.200 per ton dalam setahun ini. Sedangkan harga nikel tahun ini diperkirakan berada dalam rentang US$ 23.500 per ton atau meningkat 27% dari pencapaian tahun 2021.
Dia menambahkan, peningkatan harga jual nikel tentu akan berimbas terhadap peningkatan margin keuntungan. Apalagi volume penjualan perseroan diperkirakan berkisar 64-78 ribu ton sepanjang tahun ini. Sedangkan perbaikan tanur perseroan diperkirakan akan berdampak terhadap volume produksi.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





