Jumat, 15 Mei 2026

Hingga Maret, Adhi Karya (ADHI) Raup Kontrak Baru Rp 3,9 Triliun

Penulis : Muawwan Daelami
7 Apr 2022 | 19:20 WIB
BAGIKAN
Salah satu proyek Adhi Karya. Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao
Salah satu proyek Adhi Karya. Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

JAKARTA, investor.id – PT Adhi Karya Tbk (ADHI) menargetkan total perolehan kontrak sampai akhir 2022 sebesar Rp 28 triliun. Hingga kuartal I-2022 atau Maret tahun ini, perseroan telah mencatatkan kontrak baru sebesar Rp 3,9 triliun.

Direktur Human Capital dan Sistem Adhi Karya Agus Karianto menyebutkan bahwa Adhi telah mencatatkan perolehan kontrak baru hingga Maret 2022 sebesar Rp 3,9 triliun di luar pajak. Pencapaian kontrak baru tersebut terdiri atas lini bisnis konstruksi dan energi sebesar 85%, properti 7%, dan sisanya lini usaha lain.

Adapun untuk tipe pekerjaannya berupa proyek jalan sebesar 29%, kemudian proyek gedung sebesar 30%, proyek infrastruktur lain sebesar 41%. Sedangkan sumber pendanaannya sebanyak 33% berasal dari pemerintah, 16% dari BUMN, dan swasta 51%.

ADVERTISEMENT

"Jadi, pada 2021, ada beberapa kontrak yang bergeser ke 2022 sebesar Rp 9 triliun. Sehingga kita menargetkan ada kenaikan 15% sampai 20% untuk perolehan kontrak di tahun ini. Jadi target totalnya sekitar Rp 15 triliun sampai Rp 28 triliun hingga akhir 2022," terang Agus dalam konferensi pers, usai menggelar RUPST, Kamis (7/4/2022).

Pada tahun ini, emiten konstruksi pelat merah tersebut diproyeksikan bakal melanjutkan tren kinerja positif. Hal ini sejalan dengan ekspektasi pertumbuhan kontrak termasuk potensi pada proyek Ibu Kota Negara (IKN).

Sementara itu, RHB Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham ADHI dengan target harga Rp 1.170 per saham. Berdasarkan risetnya, RHB Sekuritas menyebutkan bahwa ekspektasi pertumbuhan kontrak baru ADHI akan didukung oleh posisi neraca keuangan yang lebih kuat berkat aksi rights issue yang mendatangkan dana segar kurang lebih Rp 4 triliun dan pembayaran beberapa proyek, seperti Light Rail Transit (LRT) dan Tol Sigli-Banda Aceh dengan pembayaran berkisar Rp 5 triliun sampai Rp 6 triliun.

Alhasil, pembayaran proyek jumbo ADHI tersebut diperkirakan bakal meningkatkan likuiditas perseroan yang dapat mendukung percepatan penyelesaian proyek-proyek ADHI khususnya Proyek Strategis Nasional (PSN).

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 24 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 35 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 39 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia