Hingga Maret, Adhi Karya (ADHI) Raup Kontrak Baru Rp 3,9 Triliun
JAKARTA, investor.id – PT Adhi Karya Tbk (ADHI) menargetkan total perolehan kontrak sampai akhir 2022 sebesar Rp 28 triliun. Hingga kuartal I-2022 atau Maret tahun ini, perseroan telah mencatatkan kontrak baru sebesar Rp 3,9 triliun.
Direktur Human Capital dan Sistem Adhi Karya Agus Karianto menyebutkan bahwa Adhi telah mencatatkan perolehan kontrak baru hingga Maret 2022 sebesar Rp 3,9 triliun di luar pajak. Pencapaian kontrak baru tersebut terdiri atas lini bisnis konstruksi dan energi sebesar 85%, properti 7%, dan sisanya lini usaha lain.
Adapun untuk tipe pekerjaannya berupa proyek jalan sebesar 29%, kemudian proyek gedung sebesar 30%, proyek infrastruktur lain sebesar 41%. Sedangkan sumber pendanaannya sebanyak 33% berasal dari pemerintah, 16% dari BUMN, dan swasta 51%.
"Jadi, pada 2021, ada beberapa kontrak yang bergeser ke 2022 sebesar Rp 9 triliun. Sehingga kita menargetkan ada kenaikan 15% sampai 20% untuk perolehan kontrak di tahun ini. Jadi target totalnya sekitar Rp 15 triliun sampai Rp 28 triliun hingga akhir 2022," terang Agus dalam konferensi pers, usai menggelar RUPST, Kamis (7/4/2022).
Pada tahun ini, emiten konstruksi pelat merah tersebut diproyeksikan bakal melanjutkan tren kinerja positif. Hal ini sejalan dengan ekspektasi pertumbuhan kontrak termasuk potensi pada proyek Ibu Kota Negara (IKN).
Sementara itu, RHB Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham ADHI dengan target harga Rp 1.170 per saham. Berdasarkan risetnya, RHB Sekuritas menyebutkan bahwa ekspektasi pertumbuhan kontrak baru ADHI akan didukung oleh posisi neraca keuangan yang lebih kuat berkat aksi rights issue yang mendatangkan dana segar kurang lebih Rp 4 triliun dan pembayaran beberapa proyek, seperti Light Rail Transit (LRT) dan Tol Sigli-Banda Aceh dengan pembayaran berkisar Rp 5 triliun sampai Rp 6 triliun.
Alhasil, pembayaran proyek jumbo ADHI tersebut diperkirakan bakal meningkatkan likuiditas perseroan yang dapat mendukung percepatan penyelesaian proyek-proyek ADHI khususnya Proyek Strategis Nasional (PSN).
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






