Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi aktivitas manusia dalam wujud avatar di platform Metaverse. (Gambar CoinLive.com)

Ilustrasi aktivitas manusia dalam wujud avatar di platform Metaverse. (Gambar CoinLive.com)

Citibank Proyeksi Total Pengguna Metaverse Bisa Capai 5 Miliar

Senin, 11 April 2022 | 15:48 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Bank global terkemuka, Citibank yang saat ini memiliki sekitar 200 juta rekening nasabah dan menjalankan bisnis di lebih dari 160 negara dan yurisdiksi merilis laporan Global Perspectives & Solutions (Citi GPS) baru. Dalam laporan yang diterbitkan, setela 184 halaman dengan judul “Metaverse and Money: Decrypting the Future” mengeksplorasi berbagai aspek metaverse secara mendalam. 

Pembahasannya termasuk apa itu metaverse, infrastrukturnya, aset digital termasuk Non Fungible Token (NFT) di metaverse, uang dan DeFi (keuangan terdesentralisasi) di metaverse, serta perkembangan peraturan yang berlaku untuk metaverse.

Advertisement

Baca juga: BRI (BBRI) Hadirkan Webinar Metaverse untuk Pembelajaran Pekerja

"Kami percaya metaverse mungkin merupakan generasi berikutnya dari internet. Menggabungkan dunia fisik dan digital dengan cara yang gigih dan mendalam serta bukan murni dunia realitas virtual,” ungkap perusahaan dalam laporan, dikutip dari Bitcoin.com, Senin (11/04/2022). 

Bahkan, dalam laporan tersebut diperkirakan total pasar yang dapat dialamatkan untuk ekonomi metaverse dapat tumbuh menjadi antara US$ 8 triliun dan US$ 13 triliun pada 2030.

Selain itu, laporan tersebut menjelaskan Citibank yakin jumlah total pengguna metaverse bisa mencapai sekitar lima miliar.

Laporan tersebut juga membahas bagaimana pengguna akan mengakses metaverse. Produsen perangkat keras konsumen akan menjadi portal ke metaverse dan gatekeeper potensial. 

Baca juga: PT BIBU Gandeng WIR Group (WIRG) Garap Metaverse

“Mirip dengan hari ini, kemungkinan akan ada perpecahan antara metaverse berbasis AS dan Tiongkok di samping spektrum berdasarkan teknologi dan model bisnis juga, yaitu, metaverse sentralisasi versus desentralisasi,” lanjut laporan. 

Selain itu, metaverse berbasis blockchain akan melawan undang-undang yang masih berkembang seputar cryptocurrency dan keuangan terdesentralisasi (DeFi) di banyak yurisdiksi di seluruh dunia.

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN