Penegasan OPEC Serta Sinyal Eropa Timur Kembali Memanas Dukung Harga Minyak
JAKARTA, investor.id – Tim riset ICDX menyebut harga minyak pagi ini terpantau mengalami koreksi ke zona bullish. Hal itu didukung oleh sinyal memanasnya kembali tensi di Eropa timur serta penegasan sikap dari OPEC atas ketidaksanggupan untuk menutupi kekurangan pasokan akibat embargo minyak Rusia. Meski demikian, perkembangan situasi di Tiongkok membatasi pergerakan harga minyak lebih lanjut.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis hari Senin, seorang pejabat senior pertahanan AS mengatakan bahwa Rusia telah mulai memperkuat dan memasok kembali pasukannya di Donbas, Ukraina timur. Di hari yang sama, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan ribuan tentara Rusia berkumpul untuk serangan baru di timur. Sementara Rusia mengatakan tidak akan menghentikan operasi militernya di Ukraina untuk pembicaraan damai lebih lanjut.
“Perkembangan situasi tersebut mengisyaratkan semakin meredupnya potensi pembicaraan damai atas konflik Ukraina,” tulis tim riset ICDX dalam risetnya, Selasa (12/4/2022).
Menurut tim riset ICDX, turut mendukung pergerakan harga minyak, OPEC mengatakan bahwa embargo minyak Rusia berpotensi menyebabkan pengurangan pasokan melebihi 7 juta bph dan masalah tersebut berada di luar kendali OPEC, ungkap Sekretaris Jenderal OPEC Mohammad Barkindo pada hari Senin. Penegasan dari Barkindo tersebut merupakan tanggapan atas permintaan dari Komisaris Energi Uni Eropa Kadri Simson yang mengatakan bahwa untuk mengganti kekurangan minyak Rusia serta menyeimbangkan pasar merupakan tanggung jawab dari OPEC.
Sementara itu, setelah penguncian lebih dari dua minggu, Shanghai mulai melonggarkan pengunciannya di beberapa daerah pada hari Senin meskipun kasus harian Covid-19 di kota pusat keuangan Tiongkok tersebut kembali mencapai rekor lebih dari 25 ribu infeksi baru. Meskipun ada pelonggaran tersebut, namun Eurasia Group mengatakan bahwa kebijakan ‘zero-Covid’ dari pemerintah Tiongkok berpotensi untuk tetap menjadi hambatan pada permintaan.
Group tersebut juga menambahkan bahwa penguncian di Shanghai kemungkinan akan mengurangi konsumsi minyak keseluruhan Tiongkok hingga 1.3 juta bph. Melihat dari sudut pandang teknis, tim riset ICDX memprediksi harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$ 100 per barel. “Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$ 90 per barel,” tambah tim riset ICDX.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi
Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas AntamDPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah
Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.Ujian Berat bagi Saham BUMI
Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatDuit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Tag Terpopuler
Terpopuler






