Merdeka Copper Gold (MDKA) Kucurkan Dana untuk Anak Usaha US$ 25 juta
JAKARTA, investor.id – PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) kucurkan dana untuk anak usaha, PT Andalan Bersama Investama (ABI), sebanyak US$ 25 juta. Dana tersebut dalam bentuk perjanjian utang dari induk usaha dan akan digunakan untuk keperluan ekspansi.
Dalam keterangan tertulis, manajemen MDKA menjelaskan bahwa perseroan dan ABI telah menandatangani perjanjian utang piutang untuk penyediaan dana tersebut. Dana itu akan digunakan oleh ABI untuk keperluan modal kerja, operasional dan keperluan lainnya sebagaimana dibutuhkan. “Transaksi ini termasuk dalam transaksi afiliasi karena ABI merupakan perusahaan terkendali perseroan,” jelas manajemen, dalam keterangan resmi di Bursa EFek Indonesia (BEI), Rabu (13/4).
Adapun hingga kuartal pertama 2022, Merdeka Copper Gold telah menggelontorkan dana sebanyak Rp 149,2 miliar untuk eksplorasi area pertambangan Tujuh Bukit, Pulau Wetar dan Pani hingga kuartal I-2022.
Eksplorasi daerah Tujuh Bukit difokuskan pada sumber daya tenaga dan emas. Sebagian besar biaya eksplorasi dihabiskan untuk proyek ini, yakni Rp 144,4 miliar yang terdiri atas pemeliharaan terowongan, pengeboran definisi sumber daya bawah tanah, dan pekerjaan tes terkait area.
Metode yang pengujian yang digunakan adalah pengeboran mulai dari bawah tanah dan permukaan. Pengetesan ini dilakukan oleh Merdeka Copper dan PT Merdeka Mining Service. Area yang dipilih untuk pelaksanaan pengeboran saat ini adalah area di deposit porfiri Tujuh Bukit yang merupakan wilayah terbesar yang mengandung tembaga dan emas berkadar tinggi.
Pengeboran dilaksanakan di mana 6 rig bawah tanah melakukan pengeboran definisi sumber daya dengan total kedalaman pengeboran sebesar 10.105,7 meter serta 2 rig di permukaan telah selesai dengan total kedalaman
Kemudian, pada proyek kedua yang berlokasi di Pulau Wetar, Maluku Barat. Pada proyek ini, MDKA menggelontorkan dana sebanyak Rp 31,7 miliar. Metode pengujian yang digunakan yani dengan pemetaan dan pembuatan lintasan untuk melanjutkan survei EM Geofisika permukaan dari hasil target udara EM regional.
Dilanjutkan dengan pengeboran sisip dan ekstensi sumber daya serta metalurgi di Partolang dan Partolang Barat, pengeboran awal di wilayah Partolang Bridge untuk mengidentifikasi sumber daya dan target di wilayah Lerokis yang ditentukan oleh target EM dan pengambilan sampel batuan sebelumnya.
Pada proyek ketiga berlokasi di Proyek Pani, Gorontalo Sulawesi Barat. MDKA sejauh ini sedang mempersiapkan program pengeboran dan membangun bantalan bor serta peletakan pipa air. Kemudian, kumpulan data dari IUP PETS dan Kontrak Karya GSM digabungkan dan sistem kode geologi yang direvisi dan disederhanakan dikembangkan untuk logging inti bor.
Prospek Saham
PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mengubah arah bisnis menjadi perusahaan penambang mineral yang terdiversifikasi. Aksi ini menjadikan eksposur perseroan dari tambang nikel, emas, hingga tembaga, bakal seimbang.
Sedangkan kenaikan harga nikel dan batu bara menyebabkan cash cost MDKA diprediksi naik menjadi US$ 14.400 pada 2022. Perseroan akan mengakuisisi J&P Indonesia untuk menggarap tambang nikel.
“Dengan adanya keinginan untuk mengakuisi tambang nikel, MDKA akan bertransformasi menjadi penambang mineral terdiversifikasi. Hal ini menjadi sentimen positif, apalagi harga nikel telah naik signifikan,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas Hasan Barakwan.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






