Sinyal Pengurangan Pembelian Minyak Rusia Bebani Pergerakan Emas Hitam
JAKARTA, investor.id – Tim riset ICDX menyebut, harga minyak pagi ini terpantau mengalami koreksi ke zona bearish dibebani oleh peningkatan besar pada stok minyak mentah AS serta rencana pengurangan pembelian minyak Rusia mulai Mei. Meski demikian, peningkatan eskalasi konflik di Eropa timur membatasi penurunan harga lebih lanjut.
Dalam laporan yang dirilis Rabu malam oleh badan statistik pemerintah AS, Energy Information Administration (EIA) menunjukkan stok minyak mentah AS dalam sepekan naik sebesar 9.38 juta barel, lebih besar dari prediksi awal yang memperkirakan stok akan naik sebesar 863 ribu barel. Meski demikian untuk stok bensin dilaporkan turun sebesar 3.65 juta barel, melebihi prediksi awal yang memperkirakan stok akan turun sebesar 388 ribu barel.
Turut membebani harga minyak, pedagang utama minyak global berencana untuk mengurangi pembelian minyak mentah dan bahan bakar dari perusahaan-perusahaan minyak yang dikendalikan negara Rusia pada 15 Mei, ungkap sumber-sumber yang dikutip oleh Reuters. Pengumuman tersebut menyusul komentar dari International Energy Agency (IEA) yang pada hari Rabu memperingatkan mulai Mei nanti sekitar 3 juta bph minyak Rusia dapat ditutup akibat sanksi maupun embargo sukarela.
Sebagai tanggapan, Menteri Energi Nikolay Shulginov pada hari Rabu mengatakan bahwa Rusia siap untuk menjual minyak mentah dengan harga berapa pun, tetapi hanya ke negara-negara sahabat. Shulginov juga menambahkan bahwa kisaran harga antara US$ 80-150 per barel.
Sementara itu, Presiden AS Joe Biden pada hari Rabu resmi mengumumkan tambahan bantuan militer senilai US$ 800 juta untuk Ukraina. Biden juga menambahkan bahwa dia telah menyetujui transfer helikopter tambahan ke Ukraina. Dengan adanya kucuran bantuan tersebut, kekhawatiran akan ketegangan di Ukraina juga semakin memuncak.
Masih dari Eropa timur, ketegangan di jalur Laut Hitam meningkat pasca pihak Rusia pada hari Kamis mengatakan bahwa kapal utama armada Laut Hitamnya rusak parah dan awaknya dievakuasi setelah ledakan yang diakui oleh Maksym Marchenko, gubernur Ukraina di wilayah sekitar pelabuhan Laut Hitam Odesa, akibat dihantam oleh dua rudal jelajah anti-kapal Neptunus buatan Ukraina.
"Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$110 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$95 per barel," tuis tim riset ICDX.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






