Ditopang Data Center, Marketing Sales Puradelta (DMAS) Melesat 169%
JAKARTA, investor.id – Pengembang kawasan modern terpadu Kota Deltamas, PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) meraih prapenjualan atau marketing sales sebesar Rp 615 miliar di kuartal I-2022 atau sekitar 34,2% dari target tahun 2022 sebesar Rp 1,8 triliun.
Raihan tersebut juga melesat 169,73% dibandingkan capaian di periode yang sama tahun 2021 sebesar Rp 228 miliar. Adapun capaian marketing sales perseroan di awal tahun 2022 ini terutama berasal dari penjualan lahan industri.
“Pada kuartal pertama tahun 2022, perseroan menjual 16,8 hektare lahan industrinya. Di samping itu, terdapat juga penjualan segmen komersial dan hunian,” kata Direktur Puradelta Lestari, Tondy Suwanto dalam keterangan resmi, Senin (18/4/2022).
Lebih lanjut, Tondy Suwanto menambahkan bahwa beberapa proses negosiasi jual beli telah berlangsung sejak tahun 2021, namun mengalami hambatan karena pembatasan mobilitas akibat pandemi yang berlangsung.
“Di awal tahun 2022 ini, kami telah berhasil menyelesaikan beberapa transaksi yang tertunda akibat pandemi di tahun sebelumnya. Kami mengupayakan untuk menyelesaikan beberapa proses negosiasi dan transaksi lainnya di sisa tahun ini yang tentunya akan menambah raihan marketing sales perseroan,” kata Tondy Suwanto.
Capaian yang baik di kuartal pertama tahun 2022 ini didukung oleh kenaikan harga penjualan rata-rata dan meningkatnya permintaaan, khususnya dari sektor data center.
Mengantisipasi tingginya permintaan lahan industri dari data center, perseroan sendiri telah mengembangkan zona industri khusus yang didedikasikan untuk data center dan industri serupa dan dilengkapi dengan infrastruktur berteknologi tinggi.
“Kami telah membangun segala fasilitas dan infrastruktur terbaik untuk mendukung aktivitas dari data center di zona industri khusus tersebut. Hal ini tentunya menjadi keunggulan tersendiri bagi kami, di mana sudah banyak pelanggan data center telah bergabung di kawasan industri kami. Ke depannya, kawasan industri GIIC Kota Deltamas akan menjadi sebuah pusat data center di Indonesia.” kata Tondy Suwanto.
Perseroan akan terus menangkap peluangvyang ada. Saat ini, masih ada permintaan lahan industri sekitar 70 hektare. “Mayoritas permintaan masih datang dari sektor data center,” kata Tondy Suwanto.
Ia menambahkan bahwa perseroan akan terus mengembangkan zona industri khususnya sehingga dapat memberikan layanan yang terbaik bagi para pelanggannya.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






