Jumat, 15 Mei 2026

Minyak Naik Karena Pemadaman Libya Menambah Kekhawatiran Pasokan Rusia

Penulis : Indah Handayani
19 Apr 2022 | 05:30 WIB
BAGIKAN
ilutrasi harga minyak mentah 
Sumber: Antara
ilutrasi harga minyak mentah Sumber: Antara

NEW YORK, investor.id - Harga minyak meningkat lebih dari 1% pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), dengan minyak mentah Brent mencapai US$ 114 per barel, karena pemadaman ladang minyak di Libya memperdalam kekhawatiran atas ketatnya pasokan global di tengah krisis Ukraina.

Minyak mentah berjangka Brent, patokan global untuk pengiriman Juni, terangkat US$ 1,46 atau 1,3%, menjadi menetap di US$ 113,16 per barel. Kontrak sempat naik menjadi US$ 114,84 per barel, tertinggi sejak 28 Maret.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Mei bertambah US$ 1,26 atau 1,2%, menjadi ditutup di US$ 108,21 per barel. WTI mencapai US$ 109,81 per barel, juga tertinggi sejak 28 Maret.

ADVERTISEMENT

Menambah tekanan pasokan dari sanksi terhadap Rusia, National Oil Corp Libya pada Senin (18/4/2022) mengatakan ‘gelombang penutupan yang menyakitkan’ telah mulai menghantam fasilitasnya dan menyatakan force majeure di ladang minyak Al-Sharara dan situs lainnya.

"Dengan pasokan global yang sekarang sangat ketat, bahkan gangguan yang paling kecil pun kemungkinan akan berdampak besar pada harga," kata Jeffrey Halley, analis di broker OANDA, dikutip dari Antara, Selasa (19/4/2022).

Kehilangan pasokan yang lebih dalam membayangi. Produksi Rusia turun 7,5% pada paruh pertama April dari Maret, Interfax melaporkan pada Jumat (15/4/2022), dan pemerintah Uni Eropa mengatakan pekan lalu bahwa eksekutif blok itu sedang menyusun proposal untuk melarang minyak mentah Rusia.

Komentar itu muncul sebelum eskalasi dalam perang Ukraina. Pihak berwenang Ukraina mengatakan rudal menghantam Lviv pada Senin pagi (18/4/2022) dan ledakan mengguncang kota-kota lain ketika pasukan Rusia terus melakukan pemboman setelah mengklaim hampir menguasai penuh pelabuhan Mariupol.

Dalam sinyal bearish untuk harga, ekonomi Tiongkok melambat pada Maret, menghilangkan angka pertumbuhan kuartal pertama dan memperburuk prospek yang sudah melemah oleh pembatasan Covid-19.

Data pada Senin (18/4/2022) juga menunjukkan Tiongkok menyuling minyak 2% lebih sedikit pada Maret dari setahun sebelumnya, dengan keluaran (throughput) turun ke level terendah sejak Oktober karena lonjakan harga minyak mentah menekan margin dan penguncian yang ketat mengurangi konsumsi bahan bakar.

Minyak melonjak ke level tertinggi sejak 2008 pada Maret, dengan Brent sempat mencapai US$ 134 per barel.

"Masih ada beberapa kebingungan tentang apakah mereka membuka kembali ekonomi mereka, jadi kami mendapatkan sinyal beragam dari Tiongkok dan itu telah menghadirkan banyak volatilitas pagi ini," kata analis Price Futures Group, Phil Flynn.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia