Bergerak Tren Turun, Saham Bank Ina (BINA) Amblas ke Level Terendah Baru di 2022
JAKARTA, Investor.id -Pergerakan harga saham PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) menunjukkan tren penurunan, meski kinerja keuangan tumbuh pesat sepanjang 2021. Sedangkan penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (19/4), saham BINA ditutup ke level terendah sepanjang tahun ini.
Berdasarkan data BEI, saham BINA terjun Rp 130 (3,87%) menjadi Rp 3.230. Dengan harga tersebut, saham BINA telah turun 15% sepanjang tahun ini, dibandingkan harga penutupan saham BINA akhir tahun lalu di level Rp 3.810. Tidak hanya itu, saham BINA jauh di bawah harga pelaksanaan penerbitan saham baru (rights issue) Rp 4.200 pada Desember 2021.
Tahun lalu, emiten bank milik grup Salim ini membukukan lonjakan laba tahun berjalan sebesar 105,14% dari Rp 19,37 miliar menjadi Rp 39,74 milar. Peningkatan tersebut sejalan dengan pertumbuhan pendapatan bunga dari Rp 669,95 miliar menjadi Rp 1,17 triliun.
Laporan kinerja keuangan Bank Ina yang dipublikasikan di Jakarta, Kamis (31/3) disebutkan bahwa bunga bersih meningkat dari Rp 181,87 miliar pada 2020 menjadi Rp 236,16 miliar sepanjang 2021. Peningkatan laba bersih juga didukung keuntungan dari penjualan aset keuangan dari Rp 54,55 miliar menjadi Rp 75,93 miliar. Sedangkan laba operasional perseroan bertumbuh dari Rp 31,15 miliar menjadi Rp 58,36 miliar. Bank Ina juga mencatatkan lonjakan total ast dari Rp 8,43 triliun menjadi Rp 15,05 triliun sepanjang 2021.
Manajemen Bank Ina tahun lalu menyebutkan bahwa Bank Ina bakal kembali menggelar peneritan saham baru tahun ini. Namun demikian, belum ada target waktu dan dana yang dibidik pada pelaksanaan penerbitan saham baru tersebut.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler

