Jumat, 15 Mei 2026

Setelah Gojek, Sayurbox, Halodoc, Astra (ASII) Masih Punya Pipeline Start-up yang Dibidik

Penulis : Thresa Sandra Desfika
20 Apr 2022 | 12:15 WIB
BAGIKAN
Gedung PT Astra International Tbk. Foto ilustrasi: Ist
Gedung PT Astra International Tbk. Foto ilustrasi: Ist

JAKARTA, investor.id – PT Astra International Tbk (ASII) mempunyai pipeline atau daftar perusahaan new economy yang dibidik untuk berinvestasi.

Presiden Direktur Astra International Djony Bunarto Tjondro mengungkapkan, Astra berkomitmen melakukan digitalisasi dan transformasi digital dengan tujuan Astra ke depannya akan terus relevan dengan ekosistem digital yang ada.

Salah satu pilar dalam transformasi itu adalah dengan terlibat aktif dalam sektor new economy. Hal itu dilakukan dengan berinvestasi di start-up digital.

ADVERTISEMENT

“Ini sudah kami lakukan misalnya di 2018 dengan Gojek dan 2019, di 2020 mulai melihat yang lain. 2021, kami masuk Sayurbox dan Halodoc,” papar Djony dalam konferensi pers rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) ASII, Rabu (20/4/2022).

Menurut dia, saat ini, Astra masih mempunyai pipeline perusahaan-perusahaan new economy yang sedang dibidik dan diharapkan prosesnya bisa diakselerasi.

“Saat ini ada pipeline yang sedang kami bidik. Kami berharap ini bisa akselerasi karena tujuan kami adalah masuk ke new economy ini menjadi salah satu pilar bagi kami di Astra,” terang Djony.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia