Jumat, 15 Mei 2026

Pabrik Baru Siap Beroperasi, Bagaimana Prospek Saham Bumi Minerals (BRMS)?

Penulis : Parluhutan Situmorang
25 Apr 2022 | 10:33 WIB
BAGIKAN
Aktivitas di tambang emas PT Citra Palu Minerals (CPM), anak usaha PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS). (Foto: Perseroan)
Aktivitas di tambang emas PT Citra Palu Minerals (CPM), anak usaha PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS). (Foto: Perseroan)

JAKARTA, Investor.id -Harga saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) direkomendasikan beli dengan target harga Rp 225. Target tersebut mencerminkan lonjakan laba bersih tahun 2021 dan potensi berlanjutnya pertumbuhan kinerja keuangan ke depan.

Tahun lalu, perseroan membukukan kenaikan pendapatan sebesar 28,6% menjadi US$ 10,6 juta serta laba bersih sebesar 17,5% menjadi US$ 69,1 juta. Faktor utama pendongkrak kinerja adalah kenaikan volume produksi emas dari 73 kilogram (kg) menjadi 139 kg serta pendapatan lain-lain yang mencapai US$ 118,7 juta.

“Dengan realisasi kinerja keuangan tersebut, kami mempertahankan rekomendasi buy saham BRMS dengan target harga Rp 225. Target tersebut merefleksikan 78x P/E untuk 2023,” tulis analis Samuel Sekuritas Dessy Lapagu dalam risetnya.

ADVERTISEMENT

Target harga tersebut, ungkap dia, didukung peluang Bumi Minerals untuk meningkatkan produksi secara signifikan ke depan setelah pabrik keduanya di Poboya (kapasitas: 4,000 ton bijih emas/hari) mulai beroperasi pada semester II-2022.

“Pabrik tersebut akan menambah kapasitas pengolahan BRMS, yang saat ini sebesar 500 ton/hari. Oleh karena itu, produksi emas BRMS pada FY22-24F akan mencapai 19k, 26k, dan 59k/oz, didukung antara lain rencana ekspansi perseroan serta rencana pembangunan pabrik ketiga dengan kapasitas 4,000 ton bijih/hari pada 1Q24,” tulis Dessy.

Dari sisi harga emas, dia mengatakan, harga emas global saat ini berada pada level US$ 1,984/oz, naik +8,1% selama YTD2022. “Kami memperkirakan harga emas akan cenderung stabil pada 2022, seiring dengan masih kuatnya dolar AS serta arah pasar yang lebih condong ke komoditas batubara dan nikel. Harga emas tahun ini berada di level moderat US$ 1.900 per oz,” tulisnya.

Surya Semesta memperkirakan pertumbuhan produksi emas sebesar +292,1% pada 2022 dan naik berkisar 35% pada 2023, didukung pabrik barunya di Poboya. Lonjakan angka produksi tersebut diperkirakan akan mendorong kenaikan pendapatan perseroan menjadi US$ 45,8-61,8 juta pada 2022-2023.

Surya Semesta memperkirakan laba bersih perseroan mencapai US$ 25 juta tahun ini, dibandingkan tahun lalu US$ 69 juta. Pendapatan perseroan juga diprediksi meningkat menjadi US$ 46 juta pada 2022, dibandingkan raihan tahun lalu US$ 11 juta.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia