Kuartal I-2022 Tumbuh Pesat, Bagaimana Prediksi Saham BBTN ke Depan?
JAKARTA, Investor.id - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) berhasil melewati kuartal awal dengan kinerja memuaskan. Hal ini menjadikan saham ini layak untuk direkomendasikan beli dengan target harga Rp 2.500.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Eka Savtiri mengatakan, berdasarkan rilis laporan keungan kuartal I-2022, BTN menunjukkn kinerja keuangan yang memuaskan. Kinerja tersebut didukung atas keberhasilan perseroan menjalin kerja sama dengan beberapa institusi dan pemberian kredik kepemilikan rumah bersubsidi.
“Dengan pertumbuhan kinerja kuartal I-2022, kami memperkirakan peningkatan kredit perseroan mencapai 10% tahun ini. Sedangkan NIM diperkirakan mencapai 3,6% dan biaya kredit menapai 114 bps. Target tersebu telah mempertimbangkan peluang kenaikan tingkat suku bunga,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, hari ini.
Hingga kuartal I-2022, BTN berhasil mencetak kenaikan laba bersih dari Rp 625 miliar menjadi Rp 774 miliar. Begitu juga dengan PPOP meningkat dari Rp 1,16 triliun menjadi Rp 2,49 triliun.
Tidak hanya itu, dia mengatakan, BTN menunjukkan perbaikan sejumlah indikator. Di antaranya, penurupan NPL kotor menjadi 3,6% pada akhir Maret 2022. Sedangkan kredit yang direstrukturisasi akibat Covid-19 juta turun 13,8% dari total kredit, dibandingkan mencapai 22,6% pada kuartal I-2021.
Perseroan juga berhasil memperbesar pasar penyaluran kredit pemillikan rumah. Tidak hanya menjalin kerja sama penyaluran kredit ke sektor properti, distributor material perumahan, dan pengembang properti, perseroan menjalin kerja sama dengan broker properti.
Terkait rencana peningkatan jumlah penyaluran kredit bersubsisi, dia menatakan, bisa berdampak positif terhadap perseroan. Hal ini diharapkan memperbesar potensi pertumbuhan kinerja keuangan ke depan.
Sedangkan biaya provisi perseroan diperkirakan mencapai Rp 3,3 triliun tahun ini. Hal ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham BBTN dengan target harga Rp 2.500. Target tersebut mengimplikasikan perkiraan PBV tahun ini sekitar 1,1 kali.
BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan peningkatan laba bersih BBTN menjadi RP 2,62 triliun tahun ini, dibandingkan perolehan tahun lalu Rp 2,37 triliun. PPOP juga diestimasi naik dari Rp 6,66 triliun menjadi Rp 6,99 trilliun.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






