Jumat, 15 Mei 2026

Kuartal I-2022 Tumbuh Pesat, Bagaimana Prediksi Saham BBTN ke Depan?

Penulis : Parluhutan Situmorang
25 Apr 2022 | 13:37 WIB
BAGIKAN
Kantor bank BTN yang memberikan pelayanan kepada konsumen dalam pembelian KPR rumah subsidi. Foto (istimewa)
Kantor bank BTN yang memberikan pelayanan kepada konsumen dalam pembelian KPR rumah subsidi. Foto (istimewa)

JAKARTA, Investor.id - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) berhasil melewati kuartal awal dengan kinerja memuaskan. Hal ini menjadikan saham ini layak untuk direkomendasikan beli dengan target harga Rp 2.500.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Eka Savtiri mengatakan, berdasarkan rilis laporan keungan kuartal I-2022, BTN menunjukkn kinerja keuangan yang memuaskan. Kinerja tersebut didukung atas keberhasilan perseroan menjalin kerja sama dengan beberapa institusi dan pemberian kredik kepemilikan rumah bersubsidi.

“Dengan pertumbuhan kinerja kuartal I-2022, kami memperkirakan peningkatan kredit perseroan mencapai 10% tahun ini. Sedangkan NIM diperkirakan mencapai 3,6% dan biaya kredit menapai 114 bps. Target tersebu telah mempertimbangkan peluang kenaikan tingkat suku bunga,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, hari ini.

ADVERTISEMENT

Hingga kuartal I-2022, BTN berhasil mencetak kenaikan laba bersih dari Rp 625 miliar menjadi Rp 774 miliar. Begitu juga dengan PPOP meningkat dari Rp 1,16 triliun menjadi Rp 2,49 triliun.

Tidak hanya itu, dia mengatakan, BTN menunjukkan perbaikan sejumlah indikator. Di antaranya, penurupan NPL kotor menjadi 3,6% pada akhir Maret 2022. Sedangkan kredit yang direstrukturisasi akibat Covid-19 juta turun 13,8% dari total kredit, dibandingkan mencapai 22,6% pada kuartal I-2021.

Perseroan juga berhasil memperbesar pasar penyaluran kredit pemillikan rumah. Tidak hanya menjalin kerja sama penyaluran kredit ke sektor properti, distributor material perumahan, dan pengembang properti, perseroan menjalin kerja sama dengan broker properti.

Terkait rencana peningkatan jumlah penyaluran kredit bersubsisi, dia menatakan, bisa berdampak positif terhadap perseroan. Hal ini diharapkan memperbesar potensi pertumbuhan kinerja keuangan ke depan.

Sedangkan biaya provisi perseroan diperkirakan mencapai Rp 3,3 triliun tahun ini. Hal ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham BBTN dengan target harga Rp 2.500. Target tersebut mengimplikasikan perkiraan PBV tahun ini sekitar 1,1 kali.

BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan peningkatan laba bersih BBTN menjadi RP 2,62 triliun tahun ini, dibandingkan perolehan tahun lalu Rp 2,37 triliun. PPOP juga diestimasi naik dari Rp 6,66 triliun menjadi Rp 6,99 trilliun.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 51 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 9 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia