Jumat, 15 Mei 2026

Berisiko Delisting, Envy Technologies (ENVY) Rombak Habis Jajaran Pengurus, CEO Lama Kembali

Penulis : Thresa Sandra Desfika
27 Apr 2022 | 14:21 WIB
BAGIKAN
Dato' Sri Mohd Sopiyan bin Mohd Rashdi (kanan) bersama dengan Direktur Utama BEI Inarno Djajadi (kiri) yang kini terpilih sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK. Foto saat pencatatan sahan perdana ENVY 8 Juli 2019/dok.Envytech.
Dato' Sri Mohd Sopiyan bin Mohd Rashdi (kanan) bersama dengan Direktur Utama BEI Inarno Djajadi (kiri) yang kini terpilih sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK. Foto saat pencatatan sahan perdana ENVY 8 Juli 2019/dok.Envytech.

JAKARTA, investor.id – Pemegang saham PT Envy Technologies Indonesia Tbk (ENVY) resmi merombak habis jajaran direksi dan dewan komisaris dengan menempatkan kembali Dato' Sri Mohd Sopiyan bin Mohd Rashdi sebagai direktur utama ENVY seiring dengan upaya pembenahan emiten jasa teknologi informasi (TI) tersebut.

Sebelum kembali ke ENVY, diketahui Dato' Sri Mohd Sopiyan tidak lagi menjabat pada Juni 2020, namun sampai dengan saat ini Dato' Sri Mohd Sopiyan masih tercatat sebagai pemegang saham ENVY dengan kepemilikan minoritas 0,21%.

Perombakan manajemen ENVY sudah disetujui dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang digelar pada 25 Februari 2022.

ADVERTISEMENT

Adapun direksi yang dicopot yakni Mohd Nadzaruddin bin Abd Hamid dari posisi direktur utama dan dua direksi lain yakni Patrick Overhage dan Jovana Susana Deil.

Sementara itu, tiga direktur baru perusahaan yang diangkat dalam RUPSLB tersebut untuk mendampingi Dato Sri Mohd Sopiyan, yakni Medisa Aris Ginanjar, Dedet Yandrinal, dan Ni Wayan Sukawidiani Resi.

Di jajaran komisaris, dua komisaris lama dipertahankan yakni Imron Hamzah sebagai komisaris utama dan Piter sebagai komisaris, sementara tiga komisaris diberhentikan yakni Jonathan Tan Kwan Nyan, Abdul Aziz bin Mohd Yusof, dan Anis Baridwan. RUPSLB kemudian menetapkan tiga komisaris independen yang baru, yakni Mircle Yap Ching Chai, dr. Kamelia Faisal, dan Muliandy Nasution.

Perombakan jajaran direksi dan dewan komisaris ini dilakukan lantaran ENVY mengalami sejumlah persoalan krusial pascapengunduran diri Dato' Sri Mohd Sopiyan sampai akhirnya saham ENVY disuspensi (dihentikan sementara) oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga saat ini.

Bahkan status ENVY saat ini berpotensi dihapus dari papan perdagangan (delisting) mengingat saham ENVY telah disuspensi selama 12 bulan dan masa suspensi akan mencapai 24 bulan pada 1 Desember 2022.

“Status terkini Envy memunculkan kemarahan dan kekhawatiran para pemegang saham akan keberlangsungan usaha,” tulis manajemen baru ENVY, dalam keterangan resminya, Rabu (27/4/2022).

 Manajemen ENVY menegaskan hasil inisiatif dan usaha yang dilakukan dewan komisaris dan direksi yang baru ini untuk memastikan perjalanan perusahaan kali ini tidak lagi terganggu oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Mulai 1 Maret 2022, tim baru telah masuk dengan satu visi dan misi. Seluruh anggota BOD baru yang dipimpin oleh Dato' Sri Mohd Sopiyan bin Mohd Rashdi sebagai direktur utama. Bagi anggota BOC, tiga anggota lama dihentikan dan digantikan dengan anggota baru yang lebih memahami pasar,” tulis manajemen ENVY.

Target baru

Dato' Sri Mohd Sopiyan mengatakan, tugas dan tanggung jawab yang harus dilakukan terkait pekerjaan yang sebelumnya tidak dilakukan manajemen lama adalah laporan keuangan dan audit, pembenahan bisnis dan restrukturisasi anak-anak perusahaan, serta forensik audit pada investasi untuk memastikan penggunaan dana.

Manajemen baru juga akan melakukan pengkajian ulang dan memulai lagi proyek lama dan menyelesaikan permasalahan internal dalam upaya restrukturisasi dan efisiensi.

Terakhir kali perusahaan melaporkan laporan keuangan per September 2020, di mana saat itu jumlah aset tercatat Rp 369,93 miliar, ekuitas Rp 294,68 miliar, pendapatan Rp 2,62 miliar, dan rugi bersih Rp 20,46 miliar.

Per 28 Februari 2021, saham perusahaan dipegang oleh Weiser Global Capital 6,01%, Mohd Sopiyan 0,21, Hazmi Bin Hussain 0,41%, dan mayoritas digenggam investor publik 93,37%.

“Yang terpenting adalah menyelesaikan semua tugas dan masalah urgent yang tidak dikerjakan manajemen lama.  Sepertinya dalam 2 tahun manajemen lama tidak mengerjakan apa-apa. Tim baru akan coba sebaik mungkin menyelesaikan masalah dengan cara terbaik, agar tidak merugikan pihak mana pun,” tegas Dato' Sri Mohd Sopiyan.

Tantangan terberat yang harus diselesaikan tim baru ialah kembali mendapatkan kepercayaan masyarakat dan mitra bisnis.

“Kami harus melakukan perubahan image. Tantangan lainnya adalah menyelesaikan permasalahan internal sebagai upaya efiensi dan restrukturisasi,” papar dia.

Menurut Dato' Sri Mohd Sopiyan, walaupun tugas manajemen baru amat lah berat, tapi dengan semangat dan kerja sama yang baik, pihaknya yakin Envy dapat kembali menjadi satu perusahaan teknologi yang sukses ke depannya.

“Tim baru harus mencari solusi dan jalan keluar yang baik untuk memastikan proses restrukturisasi Envy menjadi sukses,” imbuh dia.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 17 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 18 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia