Kuartal I-2022, Pendapatan Indosat (ISAT) Melesat Jadi Rp 10,87 Triliun
JAKARTA, Investor.id - PT Indosat Tbk (ISAT) atau Indosat Ooredoo Hutchison membukukan lonjakan pendapatan menjadi Rp 10,87 triliun pada kuartal I-2022, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 7,34 triliun. Pertumbuhan terbesar datang dari pendapatan selular dari Rp 6,04 triliun menjadi Rp 9,37 triliun.
Perseroan dalam laporan kinerja keuangan di Bursa Efek Indonesi (BEI), Kamis (28/4) disebutkan, perseroan juga mencetak kenaikan beban dari Rp 6,41 triliun menjadi Rp 9,65 triliun. Kenaikan terbesar datang dari beban penyelenggaraan jasa dengan kenaikan dari Rp 3,11 triliun menjadi Rp 5,28 triliun. Begitu juga dengan biaya keuangan naik dari Rp 660,72 miliar menjadi Rp 1,05 triliun.
Peningkatan tersebut menjadikan laba periode berjalan eprseroan turun dari Rp 203,13 miliar menjadi Rp 164,23 miliar. Sedangkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun dari Rp 172,15 miliar menjadi Rp 128,74 miliar.
Sebelumnya, Indosat melakukan transaksi afiliasi berupa pembentukan anak usaha, PT Starone Mitra Telekomunikasi (SMT), sebagai perusahaan data center. Transaksi yang dilakukan bersama PT Aplikanusa Lintasarta (Lintasarta) ini bernilai Rp 4,26 triliun.
Secara rinci, nilai dari aset data center perseroan yang dialihkan kepada SMT sebesar Rp 2,92 triliun. Sedangkan perkiraan nilai aset data center Lintasarta, sama-sama anak usaha Indosat, yang dialihkan ke SMT mencapai Rp 1,33 triliun. “Adapun untuk sewa dari properti perseroan dan Lintasarta kepada SMT diperkirakan sebesar Rp 35,1 miliar per tahun,” jelas manajemen Indosat dalam keterangan resmi, Rabu (27/4/2022).
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






