Jumat, 15 Mei 2026

Kuartal I-2022, Pendapatan Indosat (ISAT) Melesat Jadi Rp 10,87 Triliun

Penulis : Parluhutan Situmorang
28 Apr 2022 | 13:05 WIB
BAGIKAN
Indosat Ooredoo Hutchison menghadirkan program myIM3 Ramah. (IST)
Indosat Ooredoo Hutchison menghadirkan program myIM3 Ramah. (IST)

JAKARTA, Investor.id - PT Indosat Tbk (ISAT) atau Indosat Ooredoo Hutchison membukukan lonjakan pendapatan menjadi Rp 10,87 triliun pada kuartal I-2022, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 7,34 triliun. Pertumbuhan terbesar datang dari pendapatan selular dari Rp 6,04 triliun menjadi Rp 9,37 triliun.

Perseroan dalam laporan kinerja keuangan di Bursa Efek Indonesi (BEI), Kamis (28/4) disebutkan, perseroan juga mencetak kenaikan beban dari Rp 6,41 triliun menjadi Rp 9,65 triliun. Kenaikan terbesar datang dari beban penyelenggaraan jasa dengan kenaikan dari Rp 3,11 triliun menjadi Rp 5,28 triliun. Begitu juga dengan biaya keuangan naik dari Rp 660,72 miliar menjadi Rp 1,05 triliun.

Peningkatan tersebut menjadikan laba periode berjalan eprseroan turun dari Rp 203,13 miliar menjadi Rp 164,23 miliar. Sedangkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun dari Rp 172,15 miliar menjadi Rp 128,74 miliar.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, Indosat melakukan transaksi afiliasi berupa pembentukan anak usaha, PT Starone Mitra Telekomunikasi (SMT), sebagai perusahaan data center. Transaksi yang dilakukan bersama PT Aplikanusa Lintasarta (Lintasarta) ini bernilai Rp 4,26 triliun.

Secara rinci, nilai dari aset data center perseroan yang dialihkan kepada SMT sebesar Rp 2,92 triliun. Sedangkan perkiraan nilai aset data center Lintasarta, sama-sama anak usaha Indosat, yang dialihkan ke SMT mencapai Rp 1,33 triliun. “Adapun untuk sewa dari properti perseroan dan Lintasarta kepada SMT diperkirakan sebesar Rp 35,1 miliar per tahun,” jelas manajemen Indosat dalam keterangan resmi, Rabu (27/4/2022).

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 54 detik yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 12 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 16 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 54 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 58 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia