Jumat, 15 Mei 2026

Anggaran IKN Dinaikkan di 2023, BUMN Konstruksi Diuntungkan

Penulis : Parluhutan Situmorang
9 Mei 2022 | 13:12 WIB
BAGIKAN
Sejumlah pekerja berada di ketinggian sebuah gedung konstruksi, Jakarta, Senin (21/3/2022).  Foto ilustrasi: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao
Sejumlah pekerja berada di ketinggian sebuah gedung konstruksi, Jakarta, Senin (21/3/2022). Foto ilustrasi: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

JAKARTA, Investor.id - Empat emiten BUMN konstruksi membukukan raihan kontrak baru senilai Rp 21,9 triliun pada kuartal I-2022 atau melonjak 110% dari periode sama tahun lalu. Meski melonjak, angka tersebut hanya merefleksikan 18% dari total target kontrak baru keempat BUMN tersebut pada 2022.

Keempat BUMN Karya tersebut adalah PT Waskita Karya Tbk (WSKT) naik dari Rp 1,1 triliun menjadi Rp 5,68 triliun, PT Adhi Karya Tbk (ADHI) naik dari Rp 2,2 triliun menjadi Rp 3,9 triliun, PT PP (Persero) Tbk (PTPP) naik dari Rp 2,5 triliun menjadi Rp 3,1 triliun, dan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) naik dari Rp 4,65 triliun menjadi Rp 9,28 triliun.

Analis Mandiri Sekuritas Farah Rahmi Oktaviani dan Adrian Joezer mengatakan, meski mengalami pertumbuhan kontrak baru, realisasi tersebut masih di bawah ekspektasi. Berdasarkan data, target kontrak baru keempat BUMN konstruksi tersebut mencapai Rp 122-131 triliun tahun ini, sehingga raihan itu baru merefleksikan 16,8-18%.

ADVERTISEMENT

Hanya saja, ungkap dia, emiten BUMN konstruksi masih memiliki sentimen penguat berasal dari rencana peningkatan anggaran belanja untuk pembangunan Ibu Kota Baru menjadi Rp 27-30 triliun untuk 2023. Sedangkan total anggaran infrastruktur diperkirakan naik menjadi sekitar Rp 367-402 triliun atau naik 0,3-9,9% dari anggaran tahun 2022.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 26 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 30 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia