Pendapatan Bank Neo Commerce (BBYB) Melonjak 204%
JAKARTA, Investor.id – PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC/BBYB) mencetak pendapatan Rp 448 miliar pada kuartal I-2022, melonjak 204,8% dari periode sama tahun lalu Rp 147 miliar. Hal ini ditopang kenaikan margin bunga bersih (net interest margin/NII) dan kinerja operasional.
BNC mencatatkan kenaikan NII yang sangat signifikan sebesar 214,3%, dari Rp 63 miliar menjadi Rp 198 miliar kuartal I tahun ini, dibandingkan periode sama tahun lalu. Bila dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, NII naik 167,1% dari Rp 74 miliar.
Kenaikan pendapatan juga diikuti penurunan beban operasional perseroan, sehingga rugi bersih turun dari bulan ke bulan. Januari 2022, rugi bersih perseroan Rp 163 miliar, lalu turun menjadi Rp 150 miliar pada Februari, dan Rp 100 miliar pada Maret 2022, sehingga total kerugian kuartal I mencapai Rp 413 miliar.
Pertumbuhan kinerja positif dan optimal yang berkelanjutan ini seiring juga dengan pertumbuhan bisnis, antara lain kenaikan dana pihak ketiga (DPK) yang cukup tinggi, yaitu sekitar 121,4% yoy dari Rp 4,2 triliun kuartal I-2021 menjadi Rp 9,3 triliun kuartal I-2022 atau tumbuh 14,7% dari Rp 8,1 triliun menjadi Rp 9,3 triliun, yang paling banyak ditempatkan dari deposito online melalui aplikasi Neobank.
Pertumbuhan juga terlihat pada total aset BNC sebesar 119,3% year on year (yoy) menjadi Rp 12,5 triliun. Dari sisi kredit, BNC juga telah berhasil menyalurkan kredit sebesar Rp 4,8 triliun per akhir kuartal I-2022.
Di sisi lain, dalam kurun waktu satu tahun sejak aplikasi Neobank milik BNC diluncurkan, perseroan telah mendapatkan 16 juta lebih registered user dengan monthly active user (MAU) 3 juta. Stabilnya jumlah MAU ini sejalan dengan peningkatan volume transaksi yang signifikan, sebesar 88% menjadi 76 juta transaksi dibandingkan kuartal sebelumnya.
BNC telah meluncurkan produk digital lending pada November 2021. Sejak diluncurkan sampai kuartal I-202, akumulasi pencairan melebihi Rp 1,6 triliun, sedangkan rasio NPL gross turun dari kuartal I-2021 sebesar 4,4% menjadi 1,7% per kuartal I-2022. Hal tersebut menunjukkan kepercayaan yang terus meningkat dari masyarakat terhadap produk dan layanan BNC.
Tahun ini, BNC berusaha memenuhi kebutuhan nasabahnya, antara lain di bidang investasi dengan memperkenalkan produk wealth management, seperti reksa dana, saham, asuransi, emas, dan produk lainnya.
Tahun lalu, BNC mencatatkan kerugian bersih Rp 986 miliar yang merupakan bentuk investasi perseroan untuk memperkenalkan dan mengedukasi masyarakat tentang bank digital, serta membangun fundamental bisnis perseroan melalui investasi teknologi, sumber daya manusia, dan keamanan digital di tahun pertama beroperasi. BNC melihat 2021 sebagai tahun investasi yang menjadi pijakan awal untuk dapat melakukan akselerasi di tahun-tahun berikutnya.
Direktur Utama BNC Tjandra Gunawan mengatakan, melihat pertumbuhan kinerja BNC yang positif, fundamental perseroan yang semakin sehat, dan juga strategic response yang tepat diiringi dengan manajemen risiko yang baik dalam menghadapi ketidakpastian kondisi perekonomian global, BNC optimistis kinerja tahun ini dapat melampaui tahun sebelumnya. Dia juga meyakini, perseroan dapat menjaga keberlanjutan kinerja ke depan.
“Kami akan memanfaatkan momentum pertumbuhan tahun lalu sebagai pelecut semangat kami di tahun berjalan ini untuk semakin baik dalam mengembangkan bisnis. Seiring dengan semakin baiknya efisiensi kinerja operasional perseroan, kami yakin BNC dapat terus mengoptimalkan kinerjanya di tahun ini,” kata Tjandra, Senin (9/5/2022).
Editor: Harso Kurniawan
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler





