Jumat, 15 Mei 2026

Rights Issue Rp 1,27 Triliun, Bank J Trust (BCIC) Ungkap Skenarionya

Penulis : Jauhari Mahardhika
15 Mei 2022 | 12:56 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi PT Bank J Trust Indonesia Tbk (BCIC). (Foto: Perseroan)
Ilustrasi PT Bank J Trust Indonesia Tbk (BCIC). (Foto: Perseroan)

JAKARTA, investor.id – PT Bank J Trust Indonesia Tbk (BCIC) bakal melaksanakan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue, dengan melepas sebanyak 4,24 miliar saham atau setara 30%.

Saham-saham tersebut akan ditawarkan melalui penawaran umum terbatas (PUT) II tahun 2022. HMETD akan dibagikan kepada para pemegang saham Bank J Trust yang tercatat pada 14 Juli 2022.

“Setiap pemilik 10 saham perseroan akan memperoleh 3 HMETD. Setiap 1 HMETD dapat digunakan untuk membeli 1 saham,” ungkap manajemen Bank J Trust Indonesia dalam keterangan resmi.

ADVERTISEMENT

Bank J Trust mematok harga pelaksanaan rights issue sebesar Rp 300 per saham. Dengan demikian, nilai transaksinya bisa mencapai Rp 1,27 triliun.

Adapun pemegang saham utama perseroan, J Trust Co Ltd asal Jepang, beserta kelompok usahanya yakni J Trust Asia Pte Ltd (Singapura) dan PT J Trust Investments Indonesia bersama-sama telah menyatakan akan melaksanakan 3,96 miliar HMETD dengan mengompensasi dana yang telah tercatat sebagai komponen ekuitas lainnya. Seluruhnya bernilai Rp 1,19 triliun. Sisanya dengan uang tunai dalam PUT II BCIC ini.

“Sisanya lagi dialokasikan untuk pemegang saham masyarakat yang mengajukan pemesanan saham tambahan,” jelas manajemen.

Sesuai rencana, J Trust Co Ltd yang memiliki 3,14 miliar HMETD akan melaksanakan HMETD dengan mengompensasi komponen ekuitas lain sebesar Rp 880 miliar. Dengan demikian, pihaknya akan melaksanakan sebanyak 2,93 miliar HMETD. Sisa HMETD yang menjadi haknya akan diserahkan kepada J Trust Investments Indonesia sebanyak 215 juta HMETD.

Kemudian, J Trust Asia Pte Ltd (Singapura) yang akan memperoleh 819,5 juta HMETD akan melaksanakan sebagian HMETD yang menjadi haknya yakni sejumlah 766,6 juta HMETD dengan mengompensasi komponen ekuitas lain sebesar Rp 230 miliar. Sebagian dari sisanya akan diserahkan kepada J trust Investment Indonesia sebanyak 7,15 juta HMETD. Sisanya tidak akan diambil bagian oleh J Trust Asia Pte Ltd.

Selanjutnya, J Trust Investments Indonesia yang memiliki 43,6 juta HMETD dan juga akan menerima HMETD dari J Trust Co Ltd (Jepang) sebesar 215,83 juta HMETD dari J Trust Co Ltd, serta menerima sebanyak 7,15 juta HMETD dari J Trust Asia Pte Ltd (Singapura).

Dengan demikian, jumlah HMETD yang akan dilaksanakan oleh J Trust Investment Indonesia sejumlah 266,66 juta HMETD dengan mengompensasi komponen ekuitas lain sebesar Rp 80 miliar.

“Para pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETD sebagai bagian dari haknya akan mengalami dilusi maksimum sebesar 21,9% setelah periode pelaksanaan PUT II 2022 ini,” ungkap manajemen.

Sesuai jadwal, pemegang HMETD BCIC dapat memperdagangkan HMETD yang dimilikinya selama periode perdagangan, yaitu dari 18 Juli 2022 hingga 22 Juli 2022.

Rights Issue Rp 1,27 Triliun, Bank J Trust (BCIC) Ungkap Skenarionya
Sumber: PT Bank J Trust Indonesia Tbk (BCIC)

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 21 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 22 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia