Pilarmas: IHSG Melemah, Simak Lima Saham Pilihan Hari ini
JAKARTA, investor.id – Pilarmas Investindo Sekuritas memprediksi indeks harga saham gabungan (IHSG) melemah pada perdagangan Kamis (19/5/2022). IHSG diperkitakan akan bergerak dengan rentang 6.698-6.923.
Pilarmas Investindo Sekuritas menilai, berdasarkan analisa teknikal, melihat saat ini IHSG berpotensi melemah terbatas dengan rentang pergerakan 6,698 – 6,923. Tingginya inflasi dan banyaknya ketidakpastian, membuat kekhawatiran kembali muncul yang dimana akan membebani margin dan belanja konsumen. “Dow Jones turun 3.57%, dimana merupakan penurunan rata rata terbesar sejak Juni 2020, dan merupakan penutupan terendah sejak Maret 2021,” tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya.
Pada perdagangan Rabu (18/5/2022) IHSG ditutup menguat sebesar +148 poin atau sebesar +2,24% ke level 6.793. Sektor technology, basic material, cosumer non cyclicals, healthcare, industrials, transportation & logistic, financials, properties & real estate, consumer cyclicals bergerak positif dan mendominasi kenaikan IHSG hari ini. Investor asing mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp 281 miliar.
Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut, pada akhirnya pertumbuhan ekonomi Jepang mengalami penurunan kemarin pemirsa. Kabar baiknya pertumbuhan ekonomi Jepang turun lebih kecil dari yang diproyeksikan pada Kuartal 1-2022. Kabar buruknya, pertumbuhan ekonomi Jepang pada Kuartal II-2022 diperkirakan akan turun lebih rendah dari pada Kuartal I-2022. Saat ini banyak konsumen telah menunjukkan ketahanannya dalam menghadapi ruang lingkup pembatasan akibat Covid 19
“Pertanyaannya sederhana, apakah ketidakpastian yang terjadi saat ini, mulai dari inflasi, invasi, lockdown yang terjadi di Tiongkok, akan membuat Jepang menjadi negara pertama yang merasakan rasa sakitnya? Ataukah justru Jepang mampu bertahan dan mengembalikan keadaan?,” tambah Pilarmas Investindo Sekuritas.
Dari dalam negeri, Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan, Government Health Warning terus diupayakan pemerintah melalui sosialisasi dampak rokok terhadap kesehatan. Perhatian atas isu kesehatan yang ditimbulkan dari rokok menjadi pertimbangan utama dalam menaikkan cukai rokok. Indonesia yang menduduki posisi ketiga setelah Tiongkok dan India di mana memiliki populasi perokok terbesar di dunia, mendorong ladang penerimaan cukai yang cukup besar. Hal tersebut terbukti di mana penyumbang APBN terbesar berasal dari cukai rokok. Untuk membatasi konsumsinya, cukai rokok dinaikkan menjadi 12% sejak mengawali tahun 2022.
Pilarmas Investindo Sekuritas menilai, lagi dan lagi, penerimaan negara meningkat berkat kebijakan tersebut. Realisasi penerimaan cukai rokok per April 2022 tumbuh sebesar 31,16% mencapai Rp76,40 triliun yoy dari total penerimaan cukai yang mencapai Rp78,67 triliun di mana juga mencatatkan kenaikan sebesar 31% yoy. Porsi cukai saat ini sebesar 9 – 10% terhadap penerimaan dari pajak. Hal ini memberikan gambaran bahwa kebutuhan rokok selalu ada bagaimanapun kebijakan yang dilakukan untuk membatasi konsumsi karena sifat kandungannya yang membuat ketergantungan.
Namun, Pilarmas Investindo Sekuritas mengatakan dilihat dari performa sahamnya, GGRM dan HMSP yang masuk dalam jajaran saham LQ45, masih membukukan return negatif secara tahunan atau sebesar -4,04% untuk GGRM dan -12,59% untuk HMSP. “Kami memperkirakan bahwa industri rokok atau tembakau secara jangka pendek hingga menengah masih akan beradaptasi dengan kenaikan beban operasi atas kenaikan cukai rokok dan berpotensi melakukan diversifikasi bisnis non-rokok di kala industri terus tertekan,” jelas Pilarmas Investindo Sekuritas.
Pilarmas Investindo Sekuritas merekomendasikan lima saham pilihan untuk diperdagangkan pada hari ini, yaitu PTBA, FILM, UNVR, BBNI, PGAS.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






