Jumat, 15 Mei 2026

Laba Tumbuh Pesat, Bagaimana dengan Prospek Saham Bukit Asam (PTBA)?

Penulis : Parluhutan Situmorang
20 Mei 2022 | 08:12 WIB
BAGIKAN
bukit asam
bukit asam

JAKARTA, Investor.id - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) diproyeksikan kembali mencetak lonjakan laba bersih pada kuartal mendatang, meski telah terjadi lonjakan pada kuartal I-2022. Sedangkan potensi besarnya dividen yang bakal dibagikan perseroan akan menjadi sentimen tambahan bagi pergerakan harga saham perseroan.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Hasan Barakwan menyebutkan bahwa pertumbuhan laba bersih perseroan sebanyak 348% menjadi Rp 2,2 trilliun pada kuartal I-2022 didukung peningkatan harga jual dan volume batu bara perseroan. Walaupun terjadi lonjakan, raihan tersebut masih di bawah ekspektasi.

“Raihan tersebut di bawah estimasi kami atau baru merefleksikan 18% dari target tahun ini dan setara dengan 20% dari perkiraan konsensus analis. Rendahnya pertumbuhan laba dipicu atas besarnya volume penjualan batu bara perseroan untuk pasar domestik, dibandingkan kuartal I-2021,” terangnya dalam riset.

ADVERTISEMENT

Namun berdasarkan kinerja operasional, dia mengatakan, Bukit Asam menunjukkan pencapaian memuaskan dengan produksi sebanyak 6,3 juta ton batu bara atau naik 40% dari periode sama tahun lalu. Begitu juga dengan volume penjualan naik 25,4%. Hanya saja realisasi harga jual batu bara perseroan berada di level Rp 1,17 juta per ton atau naik 74,8% dari perolehan periode sama tahun lalu.

Meski volume penjualan batu bara perseroan hingga Maret 2022 baru merefleksikan 18,6% dari target sepanjang 2022, menurut dia, Bukit Asam tetap optimistis terhadap target penjualan tahun ini. Hal ini bisa menjadikan sentimen positif di tengah tingginya harga jual batu bara di pasar global.

Pergerakan harga saham perseroan juga akan didukung peluang rasio dividen mencapai 90%. Angka tersebut setara dengan yield dividen 15,4%.

Berbagai faktor tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham PTBA dengan target harga Rp 4.600 per saham. Target tersebut juga memperkirakan peningkatan laba bersih perseroan menjadi Rp 12,76 triliun tahun 2022, dibandingkan raihan tahun lalu Rp 7,73 triliun. Sedangkan pendapatan diharapkan melambung menjadi Rp 40,49 triliun tahun ini, dibandingkan raihan tahun lalu Rp 27,49 triliun.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia