Jumat, 15 Mei 2026

Dimulai, Penawaran Awal Obligasi PP Presisi (PPRE) Rp 500 Miliar

Penulis : Ghafur Fadillah
30 Mei 2022 | 21:10 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi proyek PT PP Presisi Tbk (PPRE). Foto: Perseroan.
Ilustrasi proyek PT PP Presisi Tbk (PPRE). Foto: Perseroan.

JAKARTA, investor.id – PT PP Presisi Tbk (PPRE) menerbitkan obligasi berkelanjutan I tahap I dengan target dana Rp 500 miliar. Obligasi ini merupakan bagian dari penawaran umum berkelanjutan (PUB) senilai total Rp 1 triliun.

Direktur Utama PP Presisi Rully Noviandar mengatakan, obligasi perdana dari perseroan ini akan dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama, perseroan akan menerbitkan obligasi berkelanjutan I tahap I tahun 2022 sebesar Rp 500 miliar. Surat utang itu terbagi dalam dua seri. Seri A bertenor 3 tahun dengan kupon 9%-10,5%. Seri B bertenor lima tahun dengan kupon sebesar 9,5% hingga 11%.

“Dana hasil emisi obligasi untuk capex guna mendukung peningkatan produksi maupun penambahan kontrak baru pada proyek-proyek jasa pertambangan. Diversifikasi ke jasa pertambangan merupakan salah satu strategi perseroan dalam mengantisipasi siklus bisnis konstruksi serta mengoptimalkan produktivitas dari alat-alat berati,” jelasnya dalam konferensi pers, Senin (30/5/2022).

ADVERTISEMENT

Secara rinci, sebesar 70% dana hasil obligasi akan dipakai untuk membeli peralatan berat seperti buldozer, truk, excavator, dan beberapa alat berat lainnya. Sisanya 30% dialokasikan untuk modal kerja. Hingga kuartal I-2022, PP Presisi telah menghabiskan dana Rp 105 miliar untuk membeli alat-alat berat yang ditempatkan di pertambangan Weda Bay.

Adapun obligasi berkelanjutan I tahap I telah mendapatkan peringkat BBB+ dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). PPRE telah menunjuk tiga perusahaan sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek, yaitu PT BNI Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas, PT CIMB Niaga Sekuritas. Lalu, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk sebagai wali amanat.

Masa penawaran awal (bookbuilding) obligasi PPRE mulai dari 30 Mei hingga 13 Juni 2022. Masa penawaran umum dijadwalkan pada 27 Juni 2022 dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 1 Juli 2022.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 26 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 29 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia