Kamis, 14 Mei 2026

Yellen Mengaku ‘Salah’ Tentang Inflasi, Biden Dukung Tindakan Fed

Penulis : Indah Handayani
1 Jun 2022 | 11:00 WIB
BAGIKAN
Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengaku dia telah salah di masa lalu tentang jalur inflasi yang akan diambil pada Selasa (31/5/2022)
Sumber: Antara
Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengaku dia telah salah di masa lalu tentang jalur inflasi yang akan diambil pada Selasa (31/5/2022) Sumber: Antara

WASHINTON, investor.id - Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen mengaku salah di masa lalu tentang jalur inflasi yang akan diambil pada Selasa (31/5/2022). Tapi ia mengatakan menjinakkan kenaikan harga-harga adalah prioritas utama Presiden Joe Biden dan dia mendukung tindakan Federal Reserve untuk mencapai itu.

Ditanya dalam sebuah wawancara CNN, apakah dia salah untuk mengecilkan ancaman inflasi yang ditimbulkan dalam pernyataan publik selama setahun terakhir.

“Saya pikir saya salah tentang jalur yang akan diambil inflasi. Seperti yang saya sebutkan, ada guncangan besar dan tak terduga pada ekonomi yang telah mendorong harga-harga energi dan pangan dan kemacetan pasokan yang telah mempengaruhi ekonomi kita dengan buruk yang pada saat itu tidak saya pahami sepenuhnya," kata Yellen dikutip dari Antara, Rabu (1/6/2022). 

ADVERTISEMENT

Yelen menambahkan, guncangan itu mulai dari invasi Rusia ke Ukraina hingga lockdown Covid-19 baru-baru ini di Tiongkok. "Jadi, guncangan ekonomi terus berlanjut, tetapi inflasi menjadi perhatian utama Presiden Biden," kata Yellen.

Yellen menambahkan, Biden mengungkapkan sangat yakin dan mendukung independensi The Fed untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna mengurangi inflasi. Biden sebelumnya pada Selasa (31/5/2022) bertemu dengan Ketua Fed Jerome Powell dan menggarisbawahi bahwa dia “menghormati independensi Federal Reserve,” kata seorang pejabat Gedung Putih.

Yellen mengatakan pemerintahan Biden mengambil tindakan untuk mencoba melengkapi upaya Fed dengan mengurangi biaya obat resep dan perawatan kesehatan dan dengan mendorong proposal di Kongres untuk meningkatkan penggunaan energi terbarukan.

Sementara dia mengatakan penurunan baru-baru ini dalam data inflasi inti menggembirakan, dia mencatat bahwa harga minyak tetap tinggi dan Eropa sedang mengerjakan rencana untuk melarang impor minyak Rusia.

"Kami tidak bisa mengesampingkan guncangan lebih lanjut," kata Yellen.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 1 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia