Siloam Hospitals (SILO) akan Bagikan Dividen Rp 250 Miliar
TANGERANG, investor.id – PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) akan membagikan dividen sebesar Rp 250 miliar atau setara Rp 19,3 per saham.
Dividen yang telah diputuskan dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) tersebut mencerminkan dividend payout ratio sekitar 35% untuk tahun buku 2021.
Di masa depan, dengan mempertimbangkan keadaan, Siloam Hospitals berencana untuk terus memberikan dividen kepada para pemegang saham.
Tahun lalu, Siloam Hospitals mencatat kinerja finansial yang luar biasa. Pendapatan perseroan mencapai Rp 7,6 triliun, meningkat 33% dibandingkan tahun 2020.
EBITDA perseroan pada 2021 sebesar Rp 1,96 triliun, meningkat 64% dibandingkan tahun 2020. Margin EBITDA 2021 sebesar 26%, meningkat dari 22% pada tahun 2020.
Laba bersih Siloam Hospitals pada 2021 tercatat sebesar Rp 700 miliar, melesat 459% dibandingkan tahun 2020. Margin laba bersih pada 2021 mencapai 9%, naik dari 2% pada 2020.
Sementara itu, arus kas bebas tercatat Rp 1,5 triliun pada 2021, dan di akhir periode FY21, posisi kas bersih Siloam Hospitals mencapai Rp 1,9 triliun.
"Kinerja finansial dan posisi kas bersih Siloam yang kuat memberikan peluang besar untuk pertumbuhan dan investasi berkelanjutan dalam bisnis kami,” kata Presiden Direktur Siloam International Hospitals, Darjoto Setyawan.
Darjoto Setyawan bersama Daniel Phua (Direktur), Monica Surjapranata (Direktur), dan Varun Khanna (Senior Direktur) menyampaikan hasil pencapaian finansial dan operasional Siloam pada tahun 2021 dalam paparan publik RUPST periode Mei 2022, Selasa (31/5/2022).
Dalam pemaparan tersebut juga disampaikan KPI operasional utama yang terus menunjukkan perbaikan. Tindakan operasi pada kuartal IV-2021 tercatat lebih tinggi 43% dibandingkan kuartal IV-2020.
Baca Juga:
Anies Baswedan Resmikan Siloam Hospitals Agora, RS Siloam ke-41 dengan Investasi Rp 400 MiliarSILO telah mencatat pertumbuhan yang kuat dan stabil dalam jumlah tindakan operasi sejak Juli tahun 2021. Pada Desember 2021 dan Januari 2022, SILO membukukan jumlah tindakan operasi yang lebih tinggi, melebihi bulan-bulan lainnya sebelum dan selama pandemi Covid-19.
Volume pasien rawat jalan (outpatient visits) dan rawat inap (inpatient admission) mengalami peningkatan setiap bulan sejak Juli tahun 2021. Akibat penurunan kasus Covid-19 pada tahun 2022, perseroan berharap KPI operasional akan terus menunjukkan pemulihan.
Pandemi Covid-19
Dalam RUPS Tahunan, SILO turut melaporkan dampak dari Covid-19 pada kuartal IV yang telah menurun. Di kuartal tersebut, perseroan merawat 299 pasien Covid dibandingkan dengan 6.925 pasien di kuartal III tahun 2021. Walau terdapat kenaikan kasus Covid pada kuartal I tahun 2022, tingkat kasus lebih rendah dibandingkan saat varian Delta pada pertengahan tahun 2021.
“Kami berharap Covid dapat berubah dari pandemi menjadi endemi dan varian lain di masa depan akan memiliki dampak yang lebih rendah di masyarakat dibandingkan yang lalu,” tutur Darjoto.
Dalam situasi pandemi, SILO dapat memainkan peran dalam testing, perawatan, dan vaksinasi di Indonesia untuk melawan pandemi. “Kami tentu menantikan masa di mana dunia bebas dari dampak varian Covid dan masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan mereka seperti masa sebelum pandemi,” ujarnya.
Peningkatan Pendapatan
Sejalan dengan 4 pilar Siloam Hospitals, perseroan juga mengimplementasikan strategi peningkatan pendapatan dan efisiensi biaya yang strategis. Sebagai tambahan dari strategi yang dijalankan sebelumnya, SILO menambahkan beberapa inisiatif yang akan sangat bermanfaat untuk pertumbuhan top line dan bottom line.
Untuk meningkatkan pendapatan, SILO mengimplementasikan procedure packaging, value-based pricing, dan meningkatkan produktivitas tim sales melalui otomisasi. Lalu, perseroan juga fokus untuk menyediakan layanan BPJS yang berkelanjutan bagi rumah sakit, pun terus meningkatkan tingkat utilisasi peralatan medis serta memaksimalkan kapasitas rumah sakit.
Untuk memaksimalkan efisiensi beban, perusahaan telah mengimplementasikan program efisiensi biaya material, demand planning, dan manajemen inventori, optimisasi opex dan manajemen capex.
Adapun pada sesi terakhir laporan, SILO terus menunjukkan hasil yang memuaskan pada kuartal I-2022 dan perusahaan telah membukukan hasil finansial yang kuat. Bisnis perseroan kembali dengan cepat di bulan Maret, walaupun ada dampak dari Covid di bulan Februari dan tren ini berlanjut di bulan April dan Mei.
"Dengan berlalunya Covid, kami akan meningkatkan fokus menuju kegiatan pertumbuhan. Kami berada di jalan yang tepat untuk mencapai target finansial tahun 2022 dan saya menantikan semua peluang yang akan datang di tahun ini,” pungkas Darjoto.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now




